Batam, Pemerintah Kota Batam menjajaki kerja sama pendidikan vokasi dengan Jeonju Vision College, Korea Selatan, sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang di Kota Batam.
Peluang kolaborasi tersebut mengemuka saat Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima audiensi Traverse Edu bersama delegasi Jeonju Vision College di Kantor Wali Kota Batam.
Kerja sama yang tengah dijajaki itu mencakup program pendidikan vokasi melalui skema beasiswa, kesempatan kuliah sambil bekerja paruh waktu, pelatihan bahasa, hingga dukungan penempatan kerja setelah lulus.
Amsakar mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci agar Batam mampu mempertahankan daya saing sebagai kawasan industri dan investasi.
“Terima kasih atas kunjungan ini. Kami menyambut baik setiap bentuk kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya, Rabu (29/7).
Menurutnya, posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ) yang berbatasan langsung dengan Singapura membuat kebutuhan tenaga kerja terampil terus meningkat.
Selain memiliki 31 kawasan industri dan sekitar 135 galangan kapal (shipyard), Batam juga terus mengembangkan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic (BAT), Tanjung Sauh, serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.
Generasi Muda Batam
Pesatnya pertumbuhan investasi tersebut, kata Amsakar, harus diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Potensi industri Batam sangat besar. Karena itu, kami membutuhkan tenaga kerja yang benar-benar siap memasuki dunia kerja. Saya meyakini Jeonju Vision College dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mencetak SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri di Batam,” katanya.
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja saat ini tidak hanya berasal dari sektor manufaktur dan galangan kapal, tetapi juga industri teknologi informasi, pusat data (data center), maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat, hingga energi baru dan terbarukan.
“Generasi muda Batam harus dipersiapkan agar memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjawab kebutuhan industri masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, President Jeonju Vision College Woo Byung-hun mengatakan kampusnya telah berpengalaman menerima mahasiswa asal Indonesia dengan kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Potensi Industri Batam
Selain bidang perkapalan, mesin, dan otomotif, Jeonju Vision College juga mengembangkan pendidikan di sektor energi baru dan terbarukan, termasuk energi angin dan tenaga surya.
Melihat besarnya potensi industri Batam, pihaknya menawarkan kesempatan bagi sekitar 20 hingga 30 peserta asal Batam untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan melalui program beasiswa.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada putra-putri Batam untuk belajar di Korea Selatan melalui program beasiswa, kuliah sambil bekerja paruh waktu, mendapatkan pelatihan bahasa, hingga dipersiapkan menjadi tenaga profesional setelah lulus. Kami berharap program ini dapat mendukung perkembangan industri di Batam melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Woo.
Pemerintah Kota Batam berharap penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal kemitraan strategis di bidang pendidikan vokasi yang mampu memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkuat daya saing tenaga kerja lokal dalam mendukung pertumbuhan investasi dan industri di Batam.
———————-
Caption: Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima audiensi delegasi Jeonju Vision College, Korea Selatan, di Kantor Wali Kota Batam, membahas peluang kolaborasi pendidikan vokasi bagi generasi muda Batam. Diskoinfo Batam
