Nasional – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan nasional. Sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah penerbangan rute Jakarta-Batam dan Batam-Jakarta mengalami pembatalan melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.
Gangguan operasional penerbangan tersebut terjadi setelah abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi berpotensi mengganggu keselamatan ruang udara penerbangan. Kondisi ini membuat sejumlah bandara melakukan penghentian sementara aktivitas penerbangan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan pesawat.
Penghentian sementara operasional penerbangan dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 05.30 hingga 09.30 WIB. Sementara itu, Bandara Internasional Radin Inten II juga melakukan penghentian sementara layanan penerbangan pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.
Langkah tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan, mengingat abu vulkanik dapat memberikan dampak serius terhadap operasional pesawat. Partikel abu vulkanik yang masuk ke mesin pesawat berpotensi mengganggu sistem pembakaran, menurunkan performa mesin, serta mengurangi tingkat keselamatan penerbangan.
Pembatalan Penerbangan
Dampak dari kondisi tersebut turut dirasakan oleh penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Sejumlah maskapai melakukan penyesuaian jadwal hingga pembatalan penerbangan pada rute Jakarta-Batam (CGK-BTH).
Untuk rute Jakarta menuju Batam, penerbangan yang mengalami pembatalan yakni Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU-850 dan Citilink Indonesia QG-940.
Sementara itu, pada rute Batam menuju Jakarta (BTH-CGK), beberapa penerbangan yang dibatalkan meliputi Batik Air ID-6863, Super Air Jet IU-851, serta Citilink Indonesia QG-941.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (PT BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta instansi terkait untuk menangani dampak gangguan operasional akibat aktivitas vulkanik tersebut.
Menurut dia, koordinasi dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada calon penumpang tetap berjalan dengan baik, terutama dalam memberikan informasi terkait perubahan jadwal penerbangan maupun layanan yang diperlukan selama berada di terminal bandara.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan calon penumpang mendapatkan informasi yang jelas, pelayanan yang optimal, serta bantuan yang diperlukan selama berada di area bandara,” ujarnya Ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (6/9).
Penyesuaian Operasional
PT BIB memastikan kondisi penerbangan akan terus dipantau secara berkala dengan memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi ruang udara nasional. Pengelola bandara juga akan mengikuti arahan serta rekomendasi dari otoritas penerbangan sebelum melakukan penyesuaian operasional berikutnya.
Selain memantau kondisi udara, pihak bandara juga melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya penumpukan calon penumpang akibat pembatalan maupun keterlambatan penerbangan. Maskapai diminta memberikan informasi terbaru kepada penumpang agar proses pelayanan tetap berjalan secara efektif.
Hingga saat ini, aspek keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian jadwal penerbangan akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi ruang udara dinyatakan aman untuk aktivitas penerbangan.
Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim mengimbau masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Batam untuk memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Calon penumpang juga diimbau untuk datang sesuai arahan maskapai serta mempersiapkan kemungkinan perubahan jadwal perjalanan sebagai dampak lanjutan dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
