Harga Cabai Merah Besar di Batam Melonjak 100 Persen, Tembus Rp68 Ribu

Batam – Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Batam, Kepulauan Riau, mengalami kenaikan pada awal November 2026.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah besar yang mencapai Rp68.000 per kilogram, atau meningkat 100 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp34.000 per kilogram.

Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Pangan Strategis Satgas Pangan Polda Kepulauan Riau per 1 November 2026, kenaikan juga terjadi pada beras domestik. Komoditas tersebut kini dijual Rp15.400 per kilogram, meningkat Rp2.400 dari harga sebelumnya Rp13.000 per kilogram atau naik 18,46 persen.

Selain itu, minyak goreng curah mengalami kenaikan 11,11 persen dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Bawang putih naik 7,41 persen dari Rp27.000 menjadi Rp29.000 per kilogram.

Sementara Minyak Goreng Kita meningkat 6,41 persen dari Rp15.600 menjadi Rp16.600.

Kenaikan turut terjadi pada cabai merah keriting yang kini mencapai Rp64.500 per kilogram, dibandingkan sebelumnya Rp63.000. Cabai rawit hijau naik dari Rp58.834 menjadi Rp60.834 per kilogram. Adapun gula pasir bermerek meningkat dari Rp18.000 menjadi Rp18.500 per kilogram.

Seorang pedagang cabai mengatakan perubahan harga dari pemasok membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen. Kenaikan paling terasa terjadi pada cabai merah besar yang mengalami perubahan cukup tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Memang harga cabai sekarang mengalami perubahan. Terutama cabai merah besar, harganya cukup tinggi dibandingkan sebelumnya. Kami sebagai pedagang juga harus menyesuaikan harga jual karena modal dari pemasok sudah naik,” ujar Mislan, 25, seorang pedagang di Tos 3000, Nagoya.

Pedagang sembako lainnya mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai, tetapi juga sejumlah kebutuhan rumah tangga. Kondisi tersebut mulai memengaruhi pola belanja masyarakat yang cenderung lebih berhati-hati.

“Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mengalami perubahan harga. Pembeli sekarang lebih banyak bertanya sebelum membeli. Ada yang biasanya membeli dalam jumlah banyak, sekarang mulai mengurangi,” kata Raini, 45, pedagang pasar Bengkong, Batu Ampar.

Perubahan harga

Dampak perubahan harga tersebut juga dirasakan konsumen. Seorang warga mengaku harus lebih selektif mengatur pengeluaran rumah tangga karena sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan secara bersamaan.

“Kenaikan harga tentu terasa, apalagi kebutuhan dapur dibeli hampir setiap hari. Kalau harga cabai dan minyak goreng naik bersamaan. Tentu saja ibu rumah tangga harus selektif dan mengurangi jumlah pembelian,” ujar Anti,26, seorang ibu rumah tangga.

Meski demikian, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan. Harga cabai rawit merah turun 21,11 persen dari Rp90.000 menjadi Rp71.000 per kilogram. Daging ayam ras turun dari Rp42.000 menjadi Rp40.500 per kilogram. Daging sapi segar juga turun dari Rp150.000 menjadi Rp140.000 per kilogram.

Pergerakan harga tersebut menunjukkan kondisi pasar pangan Batam masih berfluktuasi. Pemantauan pasokan dan distribusi perlu dilakukan agar kenaikan harga tidak semakin membebani daya beli masyarakat, terutama menjelang kebutuhan belanja akhir tahun. Hendri Kremer/HK
———-
Caption: Harga cabai merah besar di Kota Batam melonjak 100 persen menjadi Rp68.000 per kilogram pada 1 November 2026. Kenaikan harga tersebut dirasakan pedagang dan konsumen di sejumlah pasar tradisional.

Posted in Batam and tagged .