BMKG: Hujan dan Asap Karhutla Bayangi Cuaca Kepri

KEPRI – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (25/10).

Di sisi lain, paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu diwaspadai karena berisiko mengurangi jarak pandang dan mengganggu kesehatan pernapasan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca di wilayah Kepri secara umum berawan hingga berpotensi hujan.

Kondisi tersebut dipengaruhi konvergensi massa udara di sekitar Kepri yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan.

Prakirawan BMKG Bandara Hang Nadim Batam, Andi, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai perubahan cuaca dan potensi dampak asap karhutla. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama di luar ruangan.

“Potensi hujan dan asap karhutla perlu diwaspadai masyarakat. Warga diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan memperhatikan kondisi lingkungan sebelum beraktivitas,” katanya, Minggu (25/10).

BMKG juga mengingatkan potensi curah hujan kategori sedang dengan akumulasi 20–50 milimeter per hari di seluruh wilayah Kepri. Masyarakat diminta mengantisipasi perubahan cuaca, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Resiko KARHUTLA

Paparan asap karhutla juga berisiko menurunkan jarak pandang dan mengganggu kesehatan pernapasan. Pengguna jalan serta masyarakat di wilayah terdampak diimbau berhati-hati dan mengurangi paparan asap apabila kualitas udara memburuk.

Di Kota Batam, cuaca diprakirakan berawan tebal pada pagi hari, kemudian hujan pada siang, malam, hingga dini hari. Suhu udara berkisar 25–30 derajat Celsius dengan angin dari selatan berkecepatan 1–7 kilometer per jam.

Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan mengalami udara kabur pada pagi hari, hujan pada siang dan malam hari, kemudian kembali berudara kabur pada dini hari. Suhu udara di Tanjungpinang berkisar 25–28 derajat Celsius, sedangkan di Bintan 24–28 derajat Celsius.

Udara kabur

Di Kabupaten Karimun, kondisi udara kabur diprakirakan terjadi pada pagi hari, berawan tebal pada siang hari, hujan pada malam hari, dan kembali berudara kabur pada dini hari.

Sementara itu, Kabupaten Lingga diprakirakan mengalami udara kabur pada pagi hari, berawan tebal pada siang hari, serta udara kabur pada malam hingga dini hari.

Di Kabupaten Natuna, cuaca diprakirakan berawan tebal pada pagi hari, hujan pada siang hari, kembali berawan tebal pada malam hari, dan cerah berawan pada dini hari. Adapun Kabupaten Kepulauan Anambas berpotensi mengalami hujan pada siang dan malam hari setelah berawan tebal pada pagi hari.

Prakiraan cuaca tersebut berlaku mulai Minggu (25/10) pukul 07.00 WIB hingga Senin (26/10) pukul 07.00 WIB. Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, terutama ketika hujan dan asap berpotensi mengganggu aktivitas serta jarak pandang.

Posted in Kepri and tagged .