KEPRI – Kabut asap masih menjadi perhatian dalam prakiraan cuaca di Kepulauan Riau (Kepri). Prakirawan BMKG Bandara Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca di wilayah tersebut pada Kamis (15/10) didominasi kondisi berawan dan udara kabur.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengurangi jarak pandang serta mengganggu kesehatan.
Peringatan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Kepri, meliputi Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas. Udara kabur perlu diwaspadai, terutama ketika masyarakat beraktivitas di luar ruangan maupun saat berkendara.
“Waspada potensi asap karhutla di seluruh wilayah Kepulauan Riau yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan gangguan pernapasan,” demikian peringatan BMKG, Kamis (15/10).
Kondisi udara kabur dapat mengganggu aktivitas masyarakat apabila jarak pandang menurun. Dalam kondisi tertentu, kabut asap juga berpotensi menghambat perjalanan darat dan aktivitas transportasi lainnya, terutama jika konsentrasi asap meningkat.
Berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.
Dari sisi kesehatan, paparan asap dapat memicu iritasi mata, batuk, serta gangguan pernapasan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan orang yang memiliki masalah pernapasan, perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk.
Prakirawan BMKG Bandara Hang Nadim Batam juga memprakirakan kondisi atmosfer di wilayah Kepri cenderung kering pada lapisan atas. Kondisi tersebut mengurangi potensi pembentukan awan hujan secara signifikan sehingga hujan belum berpeluang terjadi secara merata di seluruh wilayah.
Meski demikian, hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi turun pada pagi dan siang hari di sejumlah lokasi. Peluang hujan tersebut belum dapat menjadi jaminan bahwa kabut asap akan segera berkurang di seluruh wilayah Kepri.
Di Kota Batam, udara kabur diprakirakan terjadi pada pagi, malam, hingga dini hari. Sementara itu, hujan ringan berpotensi turun pada siang hari. Suhu udara berkisar 26–32 derajat Celsius dengan kecepatan angin 4–13 kilometer per jam dari arah timur laut.
Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Kedua wilayah tersebut berpotensi mengalami udara kabur pada pagi, malam, dan dini hari, sedangkan hujan ringan berpeluang turun pada siang hari. Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25–32 derajat Celsius.
Di Kabupaten Karimun, udara kabur diprakirakan mendominasi pagi hingga dini hari. Suhu udara berkisar 26–32 derajat Celsius dengan angin dari arah utara berkecepatan 7–16 kilometer per jam.
Sementara itu, Kabupaten Lingga juga diprakirakan mengalami udara kabur sepanjang hari. Suhu udara berkisar 26–32 derajat Celsius dengan angin dari arah timur berkecepatan 11–17 kilometer per jam.
Kecepatan angin di wilayah ini menjadi yang tertinggi dalam kisaran prakiraan untuk sejumlah kabupaten dan kota di Kepri.
Di Kabupaten Natuna, hujan ringan berpotensi turun pada siang hari, sedangkan udara kabur diprakirakan terjadi pada pagi, malam, dan dini hari. Suhu udara berkisar 25–33 derajat Celsius dengan angin dari arah barat daya berkecepatan 2–10 kilometer per jam.
Adapun di Kabupaten Kepulauan Anambas, kondisi udara kabur diprakirakan mendominasi sepanjang hari. Suhu udara berkisar 26–33 derajat Celsius dengan angin dari arah barat daya berkecepatan 2–13 kilometer per jam.
Secara umum, suhu udara di seluruh wilayah Kepri diprakirakan berada pada kisaran 25–33 derajat Celsius. Kecepatan angin berkisar 2–17 kilometer per jam dengan arah yang bervariasi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama di wilayah yang diprakirakan mengalami udara kabur sepanjang hari.
Masyarakat diimbau mengurangi paparan asap apabila udara di sekitar tempat tinggal mulai memburuk. Penggunaan masker saat berada di lingkungan berasap, pembatasan aktivitas luar ruangan, serta upaya menjaga sirkulasi udara di dalam rumah dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi paparan polutan.
Pengguna jalan juga perlu meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang berkurang. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menggunakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan. Masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan setelah terpapar asap sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dan perkembangan kondisi udara dari instansi berwenang. Kewaspadaan diperlukan karena kondisi cuaca dan tingkat paparan asap dapat berubah dari waktu ke waktu di masing-masing wilayah Kepri.
