Harga Cabai di Batam Menanjak, Tembus Rp95 Ribu per Kilogram

Batam – Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali menanjak. Harga tertinggi mencapai Rp95 ribu per kilogram di Pasar Aviari, Batu Aji.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, rata-rata harga cabai merah di Batam mencapai Rp92.150 per kilogram, naik 3,7 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit yang berada di level Rp80.650 per kilogram atau naik 2,6 persen.

Perbedaan harga terlihat di sejumlah pasar. Di Pasar Aviari, cabai merah tercatat Rp95 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Sagulung mencapai Rp92.500 per kilogram dan di Pasar Pagi Tos 3000 sekitar Rp89 ribu per kilogram.

Kenaikan harga membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual dengan harga dari pemasok. Kondisi itu ikut memengaruhi pola belanja konsumen yang cenderung mengurangi jumlah pembelian ketika harga cabai bergerak naik.

Pedagang Pasar TOS 3000, Amirudin, 43, sebelumnya mengatakan harga cabai memang masih berubah-ubah. Pedagang, menurut dia, tidak banyak memiliki ruang untuk menahan kenaikan apabila harga dari pemasok ikut naik.

“Harga cabai memang masih berubah-ubah. Kalau dari pemasok naik, kami terpaksa menyesuaikan harga jual. Pembeli biasanya tetap membeli, tetapi jumlahnya dikurangi,” katanya, Rabu (7/10).

Dampak kenaikan juga dirasakan konsumen. Yanti, 23, warga Batam, mengaku harus mengurangi pembelian cabai agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

“Mau tidak mau tetap beli karena cabai kebutuhan sehari-hari. Hanya saja sekarang harus lebih pintar mengatur belanja supaya uang belanja tidak cepat habis,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan harga cabai tidak hanya menjadi persoalan pedagang, tetapi langsung memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Bagi konsumen rumah tangga, cabai tetap menjadi kebutuhan dapur yang sulit ditinggalkan meskipun harganya meningkat.

Rp78.400 per kilogram

Kenaikan di Batam juga terjadi ketika harga cabai secara nasional sedang bergerak naik. Pada 6 Oktober, harga cabai merah nasional tercatat Rp78.400 per kilogram berdasarkan data PIHPS. Sementara harga cabai merah keriting nasional pada 5 Oktober telah mencapai Rp118.150 per kilogram.

Di Batam, komoditas pangan lainnya relatif lebih stabil. Harga beras rata-rata Rp15.150 per kilogram, bawang merah Rp34.650, telur ayam Rp28.350, daging ayam Rp37.500, minyak goreng Rp21.150, dan gula pasir Rp17.600 per kilogram. Bawang putih menjadi salah satu komoditas lain yang naik tipis, yakni 0,6 persen menjadi Rp26.500 per kilogram.

Pergerakan harga cabai menjadi perhatian karena Batam sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari luar daerah. Ketika pasokan berkurang atau harga di daerah pemasok meningkat, dampaknya relatif cepat terasa di pasar Batam.

Dengan harga cabai merah yang sudah menyentuh Rp95 ribu per kilogram di sejumlah pasar, konsumen kini kembali dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan jumlah belanja atau mengurangi pembelian. Bagi pedagang, tantangannya adalah menjaga harga tetap terjangkau tanpa menanggung terlalu besar kenaikan harga dari pemasok.
————
Caption: Harga cabai merah di Batam menanjak hingga Rp95 ribu per kilogram, membuat pedagang dan konsumen menyesuaikan pola belanja. M

Posted in Batam and tagged .