Kabut Asap Kembali Selimuti Batam, PM2.5 Masih Kategori Sedang

Batam – KABUT asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau. Kondisi tersebut masih terlihat pada Rabu (23/9) siang, terutama di Kawasan Tiban, Batuaji dan Sagulung, serta sejumlah wilayah lain seperti Nagoya dan Batuampar.

Kabut yang terlihat cukup pekat membuat pandangan warga tampak terganggu. Sejumlah masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga mengeluhkan mata terasa perih dan mulai mengkhawatirkan dampaknya terhadap kesehatan maupun keselamatan pengguna jalan.

Pantauan Media Indonesia di kawasan Tiban, Batuaji dan Sagulung menunjukkan kabut mulai terlihat sejak Selasa malam. Kondisi serupa masih tampak pada Rabu siang meskipun ketebalannya berbeda di setiap kawasan.

Di tengah kondisi tersebut, data Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Batam pada pukul 13.00 WIB mencapai 45,7 mikrogram per meter kubik. Angka itu masih berada dalam kategori sedang berdasarkan klasifikasi BMKG.

Kondisi kualitas udara tersebut perlu tetap dipantau karena paparan partikulat, terutama apabila konsentrasinya meningkat, dapat menjadi perhatian bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.

Sebelumnya, kabut asap juga sempat menyelimuti Batam pada pertengahan September. Pada 15 September, Pemerintah Kota Batam mencatat ISPU berada pada angka 79 atau kategori sedang dan menerbitkan surat edaran kewaspadaan terhadap kabut asap.

Kekhawatiran warga tidak hanya berkaitan dengan jarak pandang. Kondisi udara yang dipenuhi asap juga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang harus beraktivitas cukup lama di luar ruangan.

Memprakirakan Cuaca Batam

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca Batam pada Rabu didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal, dengan peluang hujan lokal intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Prakiraan BMKG Hang Nadim Batam, mengatakan cuaca Batam pada Rabu (23/9) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

“Untuk kondisi cuaca Batam hari ini, secara umum cerah berawan hingga berawan tebal. Masih terdapat potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah,” katanya, Rabu (23/9).

Potensi hujan lokal tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel di udara, meski dampaknya sangat bergantung pada cakupan dan intensitas hujan yang terjadi.

Adapun mengenai sumber kabut asap, BMKG sebelumnya menyebut sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan masih berpotensi masuk ke wilayah Kepri. Kondisi angin dari arah tenggara hingga selatan menjadi salah satu faktor yang dapat membawa asap menuju wilayah provinsi tersebut.

Pemantauan Atmosfer

Namun, sumber kabut yang terlihat di Batam pada Rabu (23/9) tetap perlu dikonfirmasi melalui pemantauan atmosfer dan kondisi titik panas untuk memastikan apakah seluruhnya berkaitan dengan asap kiriman atau terdapat sumber asap lokal.

Pemerintah bersama instansi terkait juga diharapkan terus memantau kualitas udara dan memberikan informasi secara berkala kepada masyarakat. Langkah tersebut penting agar warga dapat menyesuaikan aktivitas, khususnya apabila konsentrasi polutan kembali meningkat.

Di sisi lain, pengguna kendaraan diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila kabut kembali menurunkan jarak pandang di jalan raya. Pengendara perlu mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman untuk mengantisipasi kondisi pandangan yang terbatas.

Kemunculan kembali kabut asap di Batam menunjukkan persoalan kualitas udara masih perlu mendapat perhatian, terutama di tengah kondisi musim kemarau dan masih adanya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG sebelumnya mencatat sebaran asap masih bertahan di sejumlah wilayah Indonesia akibat kondisi atmosfer yang relatif kering.

Posted in Batam and tagged .