Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Panbil Group dan PT PLN Batam menandatangani dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh sebagai kawasan industri dan investasi baru di Batam.
Penandatanganan berlangsung di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/7), dan disaksikan Kepala BP Batam Amsakar Achmad, CEO Panbil Group Johannes Kennedy, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis, serta jajaran pimpinan BP Batam dan PLN Batam.
Dua MoU yang diteken meliputi kerja sama antara BP Batam dan Panbil Group terkait dukungan investasi serta percepatan proses perizinan pengembangan KEK Tanjung Sauh. Selain itu, PT Panbil Utilitas Sentosa dan PT PLN Batam juga menyepakati kerja sama penyediaan pasokan tenaga listrik dari kawasan tersebut guna memperkuat sistem kelistrikan Pulau Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan kolaborasi pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi Batam yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, realisasi investasi Batam secara triwulanan mengalami lonjakan dari sekitar Rp8 triliun menjadi sekitar Rp15 triliun atau tumbuh lebih dari 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi dan investasi
“Kalau kolaborasi seperti ini terus kita bangun secara lebih solid, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar lagi,” katanya, Jumat (24/7).
Ia menegaskan, pengembangan Batam tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari peningkatan berbagai indikator ekonomi seperti investasi, pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, tingkat kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Amsakar juga mengungkapkan bahwa dalam satu tahun lima bulan terakhir Batam memperoleh lima Peraturan Pemerintah yang secara khusus mendukung pengembangan kawasan. Selain itu, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam telah tiga kali diundang Presiden Prabowo Subianto ke Istana untuk membahas percepatan pembangunan Batam.
“Ini menunjukkan Batam memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional. Karena itu, setiap langkah pembangunan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Panbil Group Johannes Kennedy mengatakan penandatanganan dua nota kesepahaman tersebut menjadi tonggak penting dalam pembangunan KEK Tanjung Sauh sebagai kawasan industri generasi baru yang terintegrasi.
Menurutnya, perkembangan investasi manufaktur berteknologi tinggi, meningkatnya kebutuhan lahan industri, serta permintaan energi yang terus tumbuh menjadi alasan perlunya kawasan industri dengan dukungan infrastruktur yang modern dan andal.
“KEK Tanjung Sauh kami rancang sebagai kawasan industri next generation yang tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga menghadirkan ekosistem industri lengkap yang didukung pusat logistik, pusat energi, serta pelayanan investasi yang terintegrasi,” ujarnya.
Ia menilai daya saing kawasan industri saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh insentif investasi, tetapi juga kecepatan pelayanan perizinan, kualitas infrastruktur, dan kepastian pasokan energi.
Penyediaan energi
Karena itu, sinergi dengan BP Batam dalam percepatan investasi serta kerja sama dengan PLN Batam dalam penyediaan energi menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing Batam di tingkat internasional.
“Investasi yang kami lakukan bukan hanya membangun kawasan industri, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo mengatakan kerja sama dengan PT Panbil Utilitas Sentosa merupakan langkah awal memperkuat sistem kelistrikan Batam guna mendukung kebutuhan industri yang terus meningkat.
Melalui MoU tersebut, kedua pihak akan melakukan kajian teknis, komersial, ekonomi, hingga regulasi terkait pemanfaatan pasokan listrik dari pembangkit yang akan dikembangkan di KEK Tanjung Sauh.
“Kami berharap kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti hingga penyusunan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik setelah seluruh aspek disepakati bersama,” ujar Kwin Fo.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta merupakan fondasi penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang andal sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan industri bertaraf internasional.
Melalui penandatanganan dua nota kesepahaman tersebut, BP Batam, Panbil Group, dan PLN Batam optimistis pengembangan KEK Tanjung Sauh dapat berjalan lebih cepat. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat industri modern yang didukung kepastian investasi, pelayanan perizinan yang lebih cepat, serta infrastruktur energi yang memadai.
Pengembangan KEK Tanjung Sauh diharapkan mampu menarik investasi baru, menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing industri nasional, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam dan Indonesia.
