KEPRI – Pasokan listrik di Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, belum sepenuhnya kembali normal setelah salah satu mesin pembangkit mengalami kerusakan.
Untuk mengurangi defisit daya dan memperpendek durasi pemadaman, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Natuna menambah dua unit mesin pembangkit bergerak atau mobile power plant.
Manager PLN ULP Natuna, Rafki Chandra, mengatakan gangguan terjadi pada mesin pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 250 kilowatt (kW) akibat kerusakan pada bagian cylinder head atau kepala silinder.
Kerusakan tersebut menyebabkan kapasitas pasokan listrik berkurang sehingga PLN sempat menerapkan pemadaman bergilir untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan di Sedanau.
“Defisit daya terjadi karena satu unit mesin pembangkit mengalami gangguan dan saat ini sedang dalam proses perbaikan,” katanya, Senin (20/7).
Sebagai langkah penanganan, PLN mendatangkan dua unit mesin pembangkit bergerak ke Pulau Sedanau pada Selasa (14/7). Kedua mesin tersebut langsung dioperasikan untuk memperkuat pasokan listrik bagi masyarakat.
Dia menjelaskan, sistem kelistrikan Sedanau memiliki beban puncak sekitar 620 kW dengan jumlah pelanggan mencapai 1.916 pelanggan. Meskipun dua mesin tambahan telah beroperasi, sistem kelistrikan masih mengalami kekurangan daya sekitar 10 kW.
Kondisi itu membuat PLN masih harus melakukan pengaturan pasokan listrik secara terbatas di sejumlah lokasi. Namun, durasi pemadaman saat ini telah jauh berkurang dibandingkan sebelum mesin tambahan dioperasikan.
Menjaga keandalan mesin pembangkit
“Saat ini masih terdapat kekurangan daya sekitar 10 kW. Pada waktu-waktu tertentu, pengaturan pasokan listrik secara terbatas masih diperlukan di beberapa lokasi agar sistem tetap andal dan tidak mengalami gangguan yang lebih luas,” ujarnya.
Menurut dia, pembatasan pasokan dilakukan untuk menjaga keandalan mesin pembangkit. Apabila seluruh beban dipaksakan untuk dilayani ketika daya yang tersedia belum mencukupi, mesin pembangkit berisiko berhenti beroperasi dan memicu pemadaman yang lebih luas.
Selain menambah mesin pembangkit, PLN terus mempercepat perbaikan mesin utama yang mengalami kerusakan agar pasokan listrik di Sedanau dapat segera kembali normal.
“PLN terus mempercepat proses perbaikan. Mesin tersebut diharapkan dapat kembali beroperasi sehingga pasokan listrik dapat kembali normal,” tambahnya.
Salah seorang warga Sedanau, Parlin, 35, mengatakan kondisi kelistrikan di wilayahnya mulai membaik setelah dua mesin pembangkit tambahan dioperasikan. Menurutnya, pemadaman bergilir juga dilakukan secara merata kepada masyarakat.
“Pemadaman tidak berlangsung lama. Sesuai jadwal, listrik padam selama tiga jam, kemudian menyala selama enam jam, dan pola itu terus berulang. Tidak ada yang diistimewakan, semuanya diberlakukan secara adil dan merata,” ujarnya.
PLN berharap pengoperasian dua mesin pembangkit tambahan dan percepatan perbaikan mesin utama dapat segera memulihkan sistem kelistrikan di Pulau Sedanau sehingga masyarakat kembali memperoleh layanan listrik secara normal.
