Minat Beli Emas di Batam Belum Padam

Ekonomi – Emas Makin Kinclong, Minat Beli di Batam Belum Padam. Harga emas di Batam kembali bergerak naik pada Senin (15/6). Berdasarkan acuan harga emas nasional, emas batangan Antam tercatat berada di angka Rp2.729.000 per gram, naik Rp18.000 dari harga sebelumnya Rp2.711.000 per gram.

Kenaikan juga terjadi pada harga buyback emas Antam yang berada di angka Rp2.500.000 per gram. Sementara di Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp2.820.000, emas UBS Rp2.709.000, dan Galeri24 Rp2.696.000 per gram.

Kenaikan harga ini membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati sebelum membeli. Namun, minat warga terhadap emas dinilai masih tetap bertahan, terutama bagi mereka yang menjadikan emas sebagai tabungan dan investasi jangka panjang.

Salah seorang pegawai, Fuadi, dari Toko Mas Fajar, Komplek Bumi Indah/Jl Imam Bonjol, Nagoya di Batam, mengatakan kenaikan harga emas tidak langsung membuat transaksi berhenti. Menurutnya, pembeli masih tetap datang, meski sebagian memilih membeli dalam jumlah lebih kecil.

Yang beli untuk investasi

“Kalau harga naik, memang ada pembeli yang menahan diri. Tapi peminat emas tetap ada, terutama yang beli untuk investasi. Mereka melihat emas ini lebih aman untuk menyimpan nilai uang,” ujarnya, Senin (15/6).

Ia menjelaskan, pembeli emas umumnya memiliki kebutuhan berbeda. Ada yang membeli emas sebagai perhiasan untuk dipakai sehari-hari, hadiah, maupun keperluan acara tertentu. Namun, ada pula yang membeli emas sebagai simpanan karena dianggap mudah dijual kembali ketika membutuhkan dana.

“Kalau yang beli untuk investasi biasanya tetap jalan. Mereka tidak terlalu melihat harga harian saja, tapi melihat emas sebagai simpanan jangka panjang. Berbeda dengan pembeli perhiasan, biasanya mereka lebih mempertimbangkan harga dan ongkos,” katanya.

Meski harganya sedang tinggi

Sementara itu, salah seorang konsumen, Rini, 29, mengaku masih tertarik membeli emas meski harganya sedang tinggi. Namun, ia kini lebih selektif dalam memilih jenis emas yang akan dibeli.

“Memang sekarang harganya tinggi, jadi saya belinya tidak banyak. Tapi kalau ada uang lebih, saya tetap pilih beli emas sedikit-sedikit karena bisa jadi tabungan,” ujarnya.

Menurut dia, emas masih menjadi pilihan karena nilainya relatif terjaga dan mudah disimpan. Meski demikian, kenaikan harga membuatnya lebih mempertimbangkan kadar emas, model perhiasan, serta ongkos pembuatan.

“Kalau modelnya bagus tapi ongkosnya terlalu tinggi, saya pikir-pikir lagi. Sekarang lebih pilih yang simpel, yang penting nilainya tetap ada,” katanya.

Fuadi menambahkan, harga emas di tingkat toko dapat berbeda dengan harga acuan nasional. Perbedaan itu dipengaruhi oleh jenis emas, kadar, ongkos pembuatan, model perhiasan, hingga kebijakan masing-masing toko.

Untuk emas perhiasan, harga tidak hanya dihitung dari kadar emas. Pembeli juga perlu memperhatikan ongkos pembuatan yang biasanya berbeda tergantung tingkat kerumitan model.

“Kalau emas batangan lebih mudah mengikuti harga pasar. Tapi kalau perhiasan ada tambahan ongkos pembuatan. Jadi masyarakat perlu tanya dulu secara jelas sebelum membeli,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum bertransaksi. Pembeli disarankan memastikan kadar emas, surat pembelian, harga jual kembali, serta ketentuan buyback di toko tempat membeli emas.

Menurutnya, surat pembelian penting disimpan karena dapat memudahkan proses penjualan kembali. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa harga jual kembali emas perhiasan bisa berbeda dengan harga beli karena adanya potongan ongkos dan penyesuaian kadar.

Kenaikan harga emas diperkirakan masih dipengaruhi pergerakan harga emas dunia, kondisi ekonomi global, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap aset aman. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, emas kerap menjadi pilihan untuk menjaga nilai aset.

Meski begitu, dia menyarankan masyarakat tetap membeli emas sesuai kemampuan keuangan masing-masing.

“Kalau mau beli emas, sesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai kebutuhan utama terganggu. Emas bagus untuk simpanan, tapi tetap harus melihat kondisi keuangan masing-masing,” tutupnya.

Posted in Batam, Ekonomi and tagged .