Hari Ketujuh Pencarian, SAR Temukan Korban KM Kawal Jaya 9

KEPRI – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Dinar,51, korban kecelakaan laut yang melibatkan kapal penangkap ikan KM Kawal Jaya 9 dengan kapal kargo berbendera Singapura di perairan utara Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tujuh hari dilakukan operasi pencarian, Kamis (5/11).

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.35 WIB di perairan sekitar Pulau Nikoi, Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan.

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan langsung melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban untuk selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju Puskesmas Kawal guna proses lebih lanjut,” katanya, Kamis (5/11).

Penemuan tersebut menjadi titik akhir dari rangkaian operasi pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari sejak kecelakaan laut terjadi. Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sejumlah area perairan yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

Keberhasilan menemukan korban

Dia mengatakan keberhasilan menemukan korban tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan. Berbagai unsur dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian, mulai dari TNI-Polri, instansi maritim, hingga masyarakat nelayan setempat.

Keterlibatan masyarakat nelayan turut menjadi bagian penting dalam proses penyisiran, mengingat mereka memiliki pengetahuan mengenai karakteristik perairan dan wilayah pesisir di sekitar lokasi kejadian.

Atas berakhirnya operasi tersebut, dia mewakili seluruh jajaran Kantor SAR Tanjungpinang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama.

Menurutnya, kerja sama dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan operasi SAR, terutama dalam menghadapi kecelakaan laut yang membutuhkan upaya pencarian di wilayah perairan.

Berdasarkan hasil evaluasi atau debriefing, operasi SAR kecelakaan KM Kawal Jaya 9 dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup setelah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan.

Kecelakaan KM Kawal Jaya 9

“Sesuai dengan hasil debriefing, operasi SAR kecelakaan KM Kawal Jaya 9 dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinar dilaporkan hilang setelah melompat ke laut ketika KM Kawal Jaya 9 mengalami tabrakan dengan kapal kargo berbendera Singapura di perairan utara Bintan pada Jumat (30/10) dini hari.

Saat kejadian, KM Kawal Jaya 9 diketahui membawa 14 orang atau person on board (POB), termasuk Dinar. Insiden tersebut menyebabkan satu orang dilaporkan hilang, sementara 13 kru lainnya berhasil diselamatkan.

Seluruh kru yang selamat kemudian dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Kawal pada hari kejadian. Sementara itu, pencarian terhadap Dinar terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan hingga akhirnya korban ditemukan pada hari ketujuh operasi.

Dinar diketahui merupakan warga Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Korban bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) pada kapal penangkap ikan KM Kawal Jaya 9.

Dengan ditemukannya korban, rangkaian pencarian terhadap ABK yang hilang dalam kecelakaan laut tersebut mencapai tahap akhir. Operasi SAR selanjutnya diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Posted in Kepri and tagged .