Kualitas Udara Membaik, Sekolah di Natuna Kembali Gelar Tatap Muka

KEPRI – Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh satuan pendidikan mulai Senin (14/9), setelah kondisi kualitas udara berangsur membaik menyusul kabut asap yang sebelumnya mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Keputusan tersebut diambil setelah Pemkab Natuna menerima perkembangan terbaru mengenai kondisi kualitas udara di wilayah tersebut. Sebelumnya, pemerintah daerah menerapkan pembelajaran dari rumah (BDR) sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan peserta didik.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Nasria, mengatakan kebijakan PTM kembali diberlakukan setelah melihat kondisi udara yang dinilai mulai membaik.

Memperhatikan Kondisi Udara

“Hari ini pembelajaran kembali normal. Melihat kondisi kualitas udara sudah berangsur membaik, sehingga pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan di sekolah. Sebelumnya, pembelajaran dari rumah kami terapkan sebagai langkah untuk menjaga kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik karena adanya kabut asap. Meski sudah kembali tatap muka, sekolah tetap kami minta memperhatikan kondisi udara dan kesehatan anak-anak, terutama jika sewaktu-waktu kualitas udara kembali menurun,” kata Nasria ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (14/9.

Sebelumnya, kebijakan belajar dari rumah diberlakukan sejak 31 Agustus 2026. Kebijakan tersebut pertama kali diterapkan di Kecamatan Serasan dan kemudian diperluas ke seluruh wilayah Natuna hingga 12 September.

Pemkab Natuna menilai pemulihan kegiatan belajar mengajar secara langsung perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.

Sekolah juga diminta tidak mengabaikan potensi perubahan kondisi udara. Aktivitas peserta didik di luar ruangan perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara, terutama apabila kembali terjadi peningkatan konsentrasi asap.

Selain itu, pihak sekolah diminta memastikan ketersediaan air minum bagi siswa dan mengimbau penggunaan masker apabila kondisi udara kembali memburuk.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa meskipun kegiatan belajar mengajar telah kembali normal, pemerintah daerah masih menempatkan faktor kesehatan sebagai pertimbangan utama.

Kabut asap sebelumnya menjadi persoalan di sejumlah wilayah Natuna setelah munculnya titik panas dan asap yang memengaruhi kualitas udara. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah pembatasan aktivitas luar ruangan, termasuk mengalihkan proses belajar mengajar dari sekolah ke rumah.

Dengan membaiknya kualitas udara, aktivitas pendidikan kini kembali berjalan seperti biasa. Namun, pemerintah dan satuan pendidikan tetap diminta memantau perkembangan kondisi udara untuk mengantisipasi kemungkinan kabut asap kembali meningkat.

Posted in Kepri and tagged .