KEPRI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memprakirakan wilayah Kepulauan Riau akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada awal pekan, Senin (20/4).
Berdasarkan data BMKG, potensi curah hujan harian di sejumlah wilayah Kepri diperkirakan mencapai 20–50 mm per hari atau masuk kategori sedang. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Karimun, dan Lingga.
Selain itu, BMKG mencatat kelembapan udara di lapisan atas atmosfer berada pada kisaran 70–95 persen, yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Sementara itu, pola angin menunjukkan adanya konvergensi atau pertemuan angin di sekitar wilayah Kepri, yang semakin memperkuat potensi hujan.
“Pada awal pekan ini, wilayah Kepulauan Riau dipengaruhi oleh adanya daerah konvergensi dan kelembapan udara yang cukup tinggi di lapisan atas atmosfer. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan, sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah,” ujar prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Senin (20/4).
Ia menambahkan, hujan yang terjadi juga berpotensi disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
Secara umum, suhu udara di wilayah Kepulauan Riau berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif mencapai 65–98 persen. Angin bertiup dari arah barat hingga barat daya dengan kecepatan 2 hingga 20 km per jam.
Hujan ringan pada siang hari
Untuk wilayah Batam dan sekitarnya, meskipun tidak masuk dalam peringatan dini khusus, BMKG memprakirakan tetap terjadi hujan ringan pada siang hari.
“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup dinamis, serta rutin memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG,” tambahnya.
Nelayan Waspada
Sejumlah nelayan di pesisir Batam mengaku mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.
Salah seorang nelayan, Muslim, 45, mengatakan informasi prakiraan cuaca sangat membantu dalam menentukan waktu melaut.
“Kalau sudah ada info dari BMKG seperti ini, kami biasanya lebih berhati-hati. Apalagi kalau angin kencang dan ada petir, itu berbahaya di laut,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian nelayan memilih mengurangi jarak dan waktu melaut saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
“Kadang kami tetap melaut, tapi tidak jauh dari pesisir. Kalau cuaca mulai gelap atau angin kencang, langsung kembali,” katanya.
Para nelayan berharap informasi cuaca dapat terus diperbarui secara cepat dan mudah diakses, sehingga mereka bisa menyesuaikan aktivitas dan mengurangi risiko saat berada di laut.

