Batam – BP Batam Ungkap Penyebab Air Keruh di Tiban, ABHi Langsung Bergerak. Keluhan masyarakat terkait kondisi air bersih yang keruh dan bercampur endapan lumpur di sejumlah wilayah Tiban mendapat respons dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Otorita sebagai pengelola air bersih di Batam memastikan bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan merupakan dampak dari pengoperasian kembali jaringan distribusi pasca pekerjaan interkoneksi pipa transmisi Ladi berkapasitas 50 liter per detik (lps).
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa pekerjaan interkoneksi pipa tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur penyediaan air bersih guna memperkuat keandalan layanan kepada pelanggan di berbagai wilayah Kota Batam.
Menurut dia, saat jaringan distribusi kembali dialirkan setelah pekerjaan teknis selesai dilakukan, endapan yang sebelumnya berada di dalam pipa dapat ikut terbawa aliran air. Kondisi inilah yang menyebabkan sebagian pelanggan menerima air dengan kualitas yang terlihat keruh atau berwarna kecokelatan.
Pekerjaan pada jaringan distribusi
“Fenomena ini merupakan dampak sementara yang dapat terjadi setelah pekerjaan pada jaringan distribusi. Endapan yang berada di dalam pipa terdorong oleh aliran air ketika sistem kembali beroperasi secara normal,” jelasnya, Rabu (3/6).
Sebagai langkah penanganan cepat, pengelola layanan air bersih, ABHi, langsung melakukan flushing atau penggelontoran jaringan distribusi pada sejumlah titik terdampak. Proses tersebut dilakukan secara bertahap untuk mempercepat pembersihan endapan yang masih berada di dalam jaringan perpipaan.
Flushing menjadi salah satu metode yang umum dilakukan dalam sistem distribusi air bersih untuk mengeluarkan endapan maupun partikel yang mengendap di dalam pipa. Melalui proses ini, kualitas air diharapkan dapat segera kembali normal dan jernih seperti sediakala.
Mengalami gangguan kualitas air
Selain melakukan pembersihan jaringan di lapangan, BP Batam juga mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan kualitas air untuk melakukan flushing secara mandiri di rumah masing-masing. Pelanggan disarankan membuka keran air selama beberapa saat hingga aliran air kembali jernih sebelum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu mempercepat keluarnya sisa endapan yang mungkin masih berada pada saluran distribusi menuju rumah pelanggan.
Dia mengatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat kondisi tersebut. Oleh karena itu, BP Batam bersama ABHi terus berupaya melakukan percepatan pemulihan agar layanan air bersih kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang pelanggan rasakan akibat kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem penyediaan air bersih bagi pelanggan,” katanya.
Pemantauan langsung
Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, tim dari SPAM BP Batam bersama ABHi juga telah diterjunkan ke sejumlah lokasi guna melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi jaringan distribusi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kualitas air yang sampai ke pelanggan terus membaik dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
BP Batam juga terus berkoordinasi dengan operator layanan untuk mengidentifikasi titik-titik yang masih terdampak sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Di sisi lain, BP Batam berkomitmen meningkatkan penyampaian informasi kepada pelanggan terkait perkembangan proses pemulihan layanan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan memahami kondisi yang sedang terjadi di lapangan.
Menurut Ariastuty, komunikasi yang baik dengan pelanggan menjadi bagian penting dalam proses penanganan gangguan layanan. Dengan informasi yang jelas, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir karena proses pemulihan terus dilakukan secara intensif.
Memperkuat sistem penyediaan air bersih
Ia menegaskan bahwa interkoneksi pipa transmisi Ladi merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih di Batam. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan distribusi air sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat yang terus bertumbuh.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Pada prinsipnya, BP Batam bersama ABHi berkomitmen untuk terus memaksimalkan suplai air bersih bagi seluruh pelanggan,” tambahnya.
Hingga saat ini, proses flushing jaringan masih terus dilakukan di sejumlah area terdampak. BP Batam mengimbau pelanggan yang masih mengalami gangguan kualitas air untuk melaporkannya melalui kanal layanan pelanggan yang tersedia agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

