BATAM — Gejolak politik Tanah Melayu kian membara! Keputusan mengejutkan diambil oleh Tokoh Muda Melayu Kepri, Megat Rury Afriansyah. Panglima Utama Majelis Rakyat Kepulauan Riau (MRKR) sekaligus Ketua Saudagar Rumpun Melayu (SRM) Kota Batam ini secara tegas membatalkan rencananya untuk “log in” ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sikap pantang kompromi ini diambil usai berhembusnya kabar masuknya mantan Wali Kota Batam yang juga mantan ex-officio Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, ke gerbong PSI.
Langkah mundur Megat Rury ini membakar kembali ingatan kelam dan luka mendalam masyarakat Melayu atas kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi kala itu, kebijakan pembangunan tersebut justru dinilai mencekik, meminggirkan, dan merugikan perkampungan tua Melayu yang telah ratusan tahun berdiri kokoh di Tanah Rempang.
Bagi Megat Rury, perjuangan membela harkat dan tanah ulayat masyarakat adat Melayu tidak bisa ditukar dengan posisi politik apa pun. Masuknya figur penentu kebijakan PSN Rempang ke PSI menjadi penanda jelas bahwa marwah masyarakat tempatan sedang dipertaruhkan.
Mengapa Sikap Ini Mengguncang Panggung Politik Kepri?
- Menolak Lupa Tragedi Rempang Eco-City: Kebijakan PSN Rempang Eco-City yang dipaksakan tanpa mengindahkan hak-hak dasar dan nilai sejarah anak watak Melayu menjadi cermin nyata buruknya perlindungan terhadap masyarakat lokal.
- Prinsip Di Atas Pragmatisme Politik: Batalnya “log in” Megat Rury menegaskan bahwa generasi muda Melayu bukan pemburu panggung politik instan. Mereka berdiri tegak membela rakyat yang terdzolimi oleh kebijakan penggusuran berkedok investasi.
- Warning Keras untuk Partai Politik: Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi partai politik agar tidak gegabah menampung figur-figur yang memiliki rekam jejak mencederai dan merugikan masyarakat adat Melayu di Kepulauan Riau
Langkah berani Megat Rury Afriansyah mengirimkan pesan yang menggelegar ke seluruh pelosok Kepri: Satu jengkal tanah pusaka dan marwah warga Melayu Rempang jauh lebih berharga daripada seluruh panggung dan jabatan politik di negeri ini!
