Harga Bahan Pokok di Batam Masih Sulit Turun

Ekonomi – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Batam masih sulit turun hingga pertengahan Juni 2026. Kondisi ini membuat sebagian warga mulai mengatur ulang pengeluaran untuk kebutuhan dapur sehari-hari.

Tekanan harga bahan pokok tersebut sejalan dengan inflasi Batam yang cenderung meningkat sejak awal 2026. Inflasi tahunan Batam tercatat 2,74 persen pada Januari, 3,13 persen pada Februari dan Maret, 3,26 persen pada April, lalu naik menjadi sekitar 3,99 persen pada Mei 2026.

Sejumlah komoditas pangan seperti beras, telur, daging ayam, sayuran, cabai, bawang, dan ikan masih menjadi perhatian masyarakat. Meski beberapa harga bergerak fluktuatif, secara umum harga kebutuhan pokok belum menunjukkan penurunan signifikan.

Salah seorang konsumen, Cece, 45, mengaku kini lebih sering membandingkan harga di beberapa lapak sebelum membeli kebutuhan dapur.

Pengaruh untuk belanja harian

“Kalau sekarang tidak bisa langsung beli di satu tempat. Saya lihat-lihat dulu mana yang lebih murah, karena selisih sedikit saja tetap berpengaruh untuk belanja harian,” katanya saat ditemui di pasar Cipta Puri, Kamis (18/6).

Konsumen lainnya, Hasyim, 40, mengatakan kenaikan harga membuatnya lebih memilih membeli kebutuhan pokok dalam jumlah seperlunya.

“Sekarang belanja secukupnya saja, yang penting kebutuhan utama terpenuhi. Kalau semua dibeli banyak, pengeluaran jadi membengkak,” katanya.

Sementara itu, seorang pedagang bahan pokok di pasar Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, Yuk Siah, 33, menyebut harga sejumlah komoditas masih berubah-ubah mengikuti pasokan dari distributor.

“Jadi semuanya tergantung distributor. Kalau pasokan lancar, harga bisa turun sedikit. Tapi kalau barang susah masuk atau permintaan naik, harga cepat naik lagi. Kami pedagang hanya menyesuaikan harga dari pemasok,” ujarnya.

Menurut pedagang, komoditas seperti cabai, bawang, dan sayuran termasuk yang paling cepat berubah harga. Sementara beras, telur, dan daging ayam cenderung bertahan di level tinggi.

Sementara itu, Plh Disperindag Kota Batam belum memberikan keterangan terkait kondisi harga bahan pokok tersebut. Hingga berita ini ditulis, pihak Disperindag belum bersedia memberikan komentar.

Warga berharap pasokan bahan pokok tetap lancar agar harga di pasar bisa lebih stabil. Hingga Kamis, 18 Juni 2026, harga bahan pokok di Batam secara umum masih bertahan tinggi dan belum menunjukkan penurunan besar secara menyeluruh.

Posted in Ekonomi.