Batam – Viral Pelayanan Klinik Kimia Farma Sekupang, Dinkes Batam: Ini Ranah Etik!
Dinas Kesehatan Kota Batam angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan pelayanan kurang responsif terhadap pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang.
Video tersebut menuai perhatian publik setelah beredar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Kecewa terhadap pelayanan
Dalam video yang beredar, keluarga pasien disebut merasa kecewa terhadap pelayanan yang diterima saat membawa anak untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu kemudian menjadi perbincangan warga, terutama terkait pentingnya sikap cepat, ramah, dan empatik dari tenaga kesehatan saat melayani pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap klinik tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, Dinkes Batam tidak menemukan persoalan pada aspek perizinan maupun administrasi klinik.
“Secara administratif tidak ada masalah. Ini lebih ke arah etik,” katanya, Jumat (29/5).
Dia menjelaskan, Surat Izin Praktik dokter serta izin operasional Klinik Kimia Farma Sekupang dinyatakan lengkap.
Dinkes Batam tetap memberikan rekomendasi
Meski demikian, Dinkes Batam tetap memberikan rekomendasi kepada pihak klinik agar melakukan pembinaan internal terhadap tenaga kesehatan dan seluruh karyawan.
“Kami memberikan masukan agar Kimia Farma melakukan pembinaan internal dan pelatihan service excellence kepada seluruh karyawan,” ujarnya.
Menurut dia, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi dan izin operasional, tetapi juga menyangkut etika profesi, komunikasi, serta tanggung jawab moral terhadap pasien.
Ia menyebut, apabila dalam kasus tersebut ditemukan unsur pelanggaran etik profesi kedokteran, maka penanganan lebih lanjut dapat menjadi ranah organisasi profesi, dalam hal ini Ikatan Dokter Indonesia.
“Mungkin ada sanksi dari IDI karena ini berkaitan dengan pelanggaran etik,” tambahnya.
Dia juga mengungkapkan dokter yang bersangkutan masih aktif bertugas. Namun, kontrak kerja dokter tersebut disebut akan segera berakhir.
Sebagai tindak lanjut, Dinkes Batam telah melakukan peninjauan langsung ke Klinik Kimia Farma Sekupang. Selain itu, Dinkes juga menggelar pertemuan virtual dengan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran.
Pihak klinik dan keluarga pasien juga telah dipertemukan untuk menyampaikan pandangan masing masing terkait insiden tersebut.
Kasus ini turut mendapat perhatian warga Batam. Sejumlah warga menilai pelayanan kesehatan seharusnya mengedepankan rasa kemanusiaan, terlebih ketika pasien yang datang merupakan anak anak atau dalam kondisi membutuhkan penanganan segera.
Salah seorang warga Sekupang, Yanti, 27, mengatakan pelayanan di fasilitas kesehatan harus dilakukan secara profesional dan penuh empati.
Menurutnya, pasien dan keluarga pasien biasanya datang dalam kondisi panik, sehingga petugas kesehatan perlu memberikan respons yang menenangkan.
“Kalau orang datang ke klinik, apalagi bawa anak sakit, pasti berharap segera dibantu. Bukan hanya soal obat atau pemeriksaan, tapi cara bicara dan sikap petugas juga penting,” ujarnya.
Evaluasi bagi seluruh fasilitas kesehatan di Batam
Warga lainnya, Rajiman, 33, berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh fasilitas kesehatan di Batam.
Ia menilai klinik maupun rumah sakit perlu memastikan seluruh petugas memiliki standar pelayanan yang baik, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga komunikasi dengan pasien.
“Fasilitas kesehatan itu tempat orang mencari pertolongan. Jadi pelayanan harus cepat, jelas, dan manusiawi. Kalau memang ada kesalahan, sebaiknya dievaluasi agar tidak terulang,” katanya.
Warga juga berharap Dinkes Batam tidak hanya berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi ikut mendorong peningkatan mutu pelayanan di seluruh klinik dan fasilitas kesehatan. Menurut mereka, pembinaan terhadap tenaga kesehatan penting dilakukan secara rutin agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Corporate Communications Kimia Farma, Anisa Husnu, mengatakan perusahaan telah berkomunikasi dan bertemu dengan keluarga pasien.
Saat ini, Kimia Farma tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh terkait insiden pelayanan tersebut.
Dia menyampaikan, Kimia Farma berkomitmen menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

