Batam – Sebanyak 12 anak muda di Kota Batam mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Las 5G SMAW yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam bekerja sama dengan LPK X-Training Center PT Inditech Global Asia.

Pelatihan yang berlangsung selama 18 hari tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pencari kerja agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri, khususnya sektor shipyard, fabrikasi, dan offshore yang menjadi salah satu bidang industri utama di Kota Batam.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan pelatihan juru las 5G SMAW dilaksanakan karena kebutuhan tenaga kerja bidang pengelasan masih cukup tinggi di Batam.

Menurutnya, Batam sebagai kawasan industri dengan perkembangan sektor galangan kapal dan manufaktur membutuhkan tenaga welder yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga sertifikasi kompetensi sebagai bukti kemampuan kerja.

“Pelatihan sebelumnya diikuti 12 peserta untuk mengikuti training dan sertifikasi. Kegiatan ini dilakukan karena Batam merupakan daerah dengan jumlah industri shipyard, fabrikasi, dan offshore terbanyak di Indonesia,” katanya, Rabu (8/7).

Lulusan SMA dan SMK

Dia menjelaskan, seluruh peserta merupakan lulusan SMA dan SMK sederajat yang saat ini masih berstatus sebagai pencari kerja. Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori, praktik pengelasan, serta standar keselamatan dan etika kerja industri.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi. Bagi peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Balai Latihan Kerja (BLK), serta Disnaker Kota Batam.

Dia menegaskan bahwa program pelatihan tidak secara otomatis menjamin peserta langsung mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, peningkatan kompetensi dan proses penempatan kerja merupakan dua hal yang berbeda.

Kemampuan yang sesuai

“Peran kami adalah memfasilitasi pencari kerja agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mempertemukan mereka dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari sejumlah Human Resources Development (HRD) perusahaan, kebutuhan tenaga las di Batam masih cukup besar.

“Masih cukup banyak kebutuhan tenaga las yang belum terpenuhi. Hal ini kami peroleh dari informasi beberapa HRD perusahaan yang bergerak di bidang tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, Disnaker Batam terus mendorong program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal sepanjang tahun 2026. Pemerintah menargetkan sebanyak 3.024 orang mengikuti berbagai program pengembangan keterampilan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.984 pencari kerja ditargetkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi, sementara 1.220 pekerja mengikuti bimbingan teknis serta sertifikasi untuk meningkatkan kemampuan kerja. Hendri Kremer/HK

Posted in Batam and tagged .