Ekonomi – Harga Sembako di Batam Relatif Stabil, Gula Pasir Kembali Naik Tipis.
Harga sejumlah bahan pokok di Kota Batam hingga Jumat (22/5) masih terpantau relatif stabil. Meski beberapa komoditas mengalami perubahan harga, kenaikannya dinilai belum signifikan dan masih dalam batas wajar.
Berdasarkan data terbaru Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau, sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging ayam masih berada pada harga yang terkendali.
Namun, komoditas gula pasir kembali mengalami kenaikan tipis setelah bergerak naik secara bertahap sejak awal pekan.
Rata-rata harga gula pasir di wilayah Kepulauan Riau saat ini berada di angka Rp16.643 per kilogram atau naik sekitar Rp143 dibanding hari sebelumnya.
Jika dihitung sejak lima hari terakhir, kenaikan gula pasir telah mencapai sekitar Rp300 per kilogram.
Di sejumlah pasar tradisional di Batam, harga gula pasir bervariasi tergantung jenis dan kualitas produk.
Untuk gula curah, harga eceran berkisar Rp16.000 per kilogram, sedangkan gula kemasan premium dijual hingga Rp17.500 per kilogram.
Beberapa pedagang mengaku kenaikan terjadi secara perlahan sejak awal minggu akibat penyesuaian harga dari distributor.
Meski demikian, pasokan gula disebut masih tersedia dan belum terjadi kelangkaan di tingkat pasar.
“Naiknya memang tidak besar, tapi sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Biasanya karena harga dari agen ikut naik,” ujar salah seorang pedagang sembako di Pasar Botania Batam.
Selain gula pasir, harga kebutuhan pokok lainnya masih cenderung stabil. Beras medium tercatat berada di angka Rp12.571 per kilogram, sedangkan beras premium dijual sekitar Rp15.914 per kilogram.
Minyak goreng curah juga masih bertahan di kisaran Rp18.000 per liter.
Untuk komoditas bumbu dapur, bawang putih justru menunjukkan tren lebih stabil dan cenderung turun tipis. Saat ini harga bawang putih berada pada kisaran Rp29.500 hingga Rp31.500 per kilogram.
Sementara bawang merah masih berada di level Rp35.857 per kilogram dan belum mengalami perubahan berarti dalam beberapa hari terakhir.
Harga telur ayam ras di Batam saat ini dijual sekitar Rp28.000 hingga Rp32.000 per kilogram tergantung ukuran dan kualitas. Sedangkan daging ayam ras berkisar antara Rp38.000 sampai Rp42.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai masih menjadi salah satu komoditas dengan harga relatif tinggi di pasar tradisional. Meski demikian, tren harga mulai menunjukkan penurunan dibanding pekan sebelumnya setelah pasokan dari sejumlah daerah di Sumatera kembali lancar.
Pedagang menyebut harga cabai perlahan mulai turun karena distribusi barang dari daerah pemasok sudah membaik.
Kondisi cuaca yang lebih stabil juga ikut membantu kelancaran pasokan ke Batam.
Kepala Disperindag Provinsi Kepulauan Riau Riki Rionaldi menyampaikan bahwa secara umum stok bahan pokok di Batam masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan pergerakan harga di pasar guna mencegah lonjakan yang dapat membebani masyarakat.
Selain melakukan pengawasan distribusi, pemerintah juga berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha agar pasokan bahan pokok tetap lancar, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode tertentu.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok masih aman dan distribusi sejauh ini berjalan normal.
Kami terus memantau perkembangan harga di lapangan,” ujarnya.
Warga diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan membeli kebutuhan sesuai keperluan.
Masyarakat juga disarankan membandingkan harga di pasar tradisional maupun ritel modern agar mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Dengan kondisi pasokan yang masih terkendali dan distribusi yang berjalan lancar, pemerintah berharap stabilitas harga bahan pokok di Batam dapat terus terjaga dalam beberapa waktu ke depan meski terdapat kenaikan tipis pada beberapa komoditas tertentu seperti gula pasir.

