KEPRI – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat sistem keamanan digital menyusul terjadinya delapan insiden siber yang menyerang infrastruktur teknologi informasi pemerintahan sepanjang 2026.
Kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi pemprov untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman serangan digital yang terus berkembang.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kepri mulai membentuk Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di seluruh kabupaten dan kota. Pembentukan tim ini diharapkan mampu mempercepat penanganan gangguan sistem sekaligus menjaga keamanan data publik.
Upaya penguatan keamanan siber itu ditandai melalui kegiatan Asistensi Pembentukan TTIS dan Bimbingan Teknis Penanganan Insiden Siber yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Dompak, Tanjungpinang.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Provinsi Kepri, Sardison, mengatakan transformasi digital dalam pelayanan pemerintahan harus diimbangi dengan sistem perlindungan data yang kuat.
Menurutnya, ancaman siber dapat berdampak langsung terhadap pelayanan publik apabila tidak diantisipasi dengan cepat.
“Gerak cepat dan kemampuan pemulihan sistem menjadi hal utama. TTIS harus mampu menjadi garda terdepan dalam menangani setiap potensi serangan terhadap sistem pemerintahan berbasis digital,” katanya, Kamis (7/5).
Kepala Diskominfo Kepri, Hendri Kurniadi, mengungkapkan bahwa delapan insiden siber yang terjadi hingga Mei 2026 telah berhasil ditangani. Namun, ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia tetap menjadi kebutuhan mendesak.
Meningkatkan kemampuan personel
“Hingga Mei 2026 kami mencatat delapan insiden siber dan semuanya telah ditangani. Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan personel agar lebih siap dalam mencegah pelanggaran data maupun gangguan sistem TIK,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BSSN, Andri Pancoro, menyebut pembentukan TTIS di daerah merupakan bagian dari penguatan sistem keamanan siber nasional. Ia menilai keamanan digital daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem nasional secara menyeluruh.
Selain mendapatkan materi teori, peserta dari dinas kominfo kabupaten dan kota se-Kepri juga mengikuti simulasi teknis penanganan serangan siber secara langsung. Simulasi tersebut dilakukan untuk menyamakan standar prosedur penanganan insiden, mulai dari deteksi ancaman hingga pemulihan sistem.
Pemprov Kepri berharap pembentukan TTIS dapat meningkatkan ketahanan digital daerah sekaligus memperkuat perlindungan data dan layanan publik di tengah meningkatnya ancaman siber.

