Batam – PEMERINTAH Kota (Pemkot) Batam memperketat administrasi kependudukan di tengah tingginya arus migrasi ke daerah tersebut. Langkah ini menjadi sorotan publik setelah pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (28/4), Li Claudia menyinggung keberadaan pendatang yang datang ke Batam tanpa tujuan jelas, khususnya yang tidak memiliki pekerjaan.
Pernyataan itu disampaikan saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas penambangan pasir di kawasan Bundaran Simpang Bandara. “Kalau bukan orang Batam, datang ke sini enggak kerja, nyolong-nyolong, suruh pulang saja ke daerahnya,” ujar Li Claudia dalam video tersebut.
Pernyataan tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat dan memicu polemik di ruang publik. Meski demikian, Pemkot Batam menegaskan bahwa langkah yang diambil bukan untuk mengusir warga, melainkan bagian dari penataan administrasi dan pengendalian pertumbuhan penduduk.
Tidak membangun narasi yang kontraproduktif
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta masyarakat dan media untuk tidak membangun narasi yang kontraproduktif atas kebijakan tersebut. “Kita harus melihat, pernyataan tersebut dengan pematangan pikiran,” katanya, Kamis (30/4).
Menurutnya, Batam saat ini menjadi salah satu kota dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), jumlah pendatang yang masuk ke Batam mencapai sekitar 17 ribu jiwa.
Tingginya angka migrasi ini berdampak pada berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah. “Efeknya pasti banyak, mulai dari listrik, sampah hingga pelayanan, semuanya akan terpengaruh,” ujarnya.
Pendataan dan pembenahan administrasi kependudukan
Dia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan pendataan dan pembenahan administrasi kependudukan secara menyeluruh guna memastikan tertib administrasi di tengah pertumbuhan penduduk yang pesat.
Ia juga menyebut telah mempercayakan kepada Wakil Wali Kota untuk membantu merumuskan kebijakan yang lebih tepat ke depan. “Saya telah mempercayakan kepada Wakil Wali Kota Batam sebagai bagian dari upaya menyiapkan kebijakan yang lebih tepat,” kata Amsakar.
Pemkot Batam juga mengajak seluruh masyarakat untuk memandang Batam sebagai rumah bersama yang harus dijaga. Berbagai tim dari pemerintah daerah disebut rutin turun ke lapangan untuk memantau kondisi sosial, mulai dari kebersihan lingkungan, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

