Batam – Keberangkatan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH 5 Embarkasi Batam mengalami penundaan sekitar 24 jam akibat gangguan teknis pada sistem hidrolik pesawat Saudi Airlines yang semula dijadwalkan. Ratusan jemaah asal Riau itu seharusnya berangkat pada Senin (27/4/2026) pukul 09.40 WIB, namun penerbangan dibatalkan demi keselamatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, mengatakan bahwa pesawat pengganti telah tiba, sehingga keberangkatan dijadwalkan ulang pada Selasa (28/4) pukul 15.15 WIB.
“Kemarin sore, penundaan terjadi karena gangguan teknis pada sistem hidrolik pesawat. Alhamdulillah pesawat pengganti sudah datang. Insya Allah jemaah segera naik dan berangkat sore ini,” katanya di Kantor Asrama Haji Batam, Rabu (29/4).
Selama masa penundaan, sebanyak 442 jemaah diinapkan di sejumlah hotel di kawasan Nagoya, Batam. Seluruh akomodasi dan konsumsi ditanggung penuh oleh maskapai Saudi Airlines. Syafi’i menegaskan bahwa keterlambatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab maskapai, termasuk penyediaan transportasi dan penginapan bagi jemaah.
“Kalau terjadi delay, apalagi lebih dari beberapa jam, maka itu menjadi tanggung jawab maskapai. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama,” tegasnya.
Awalnya memJemaah Haji Batam Alami Penundaan Keberangkatanang sedikit cemas
Para jemaah haji mengaku menerima situasi dengan sabar. Ibu Sarifah, 53, dari Pekanbaru mengatakan, “Awalnya memang sedikit cemas, tapi kami paham bahwa keselamatan lebih penting. Petugas dan maskapai juga sangat membantu selama menunggu.”
Bapak Rifa’i, 61, dari Dumai menambahkan, “Kami tetap semangat berangkat. Penundaan tidak mengurangi rasa syukur kami bisa menunaikan haji.” Beberapa jemaah lainnya juga mengapresiasi pelayanan selama penundaan, mulai dari transportasi ke hotel, konsumsi, hingga informasi yang terus diberikan petugas haji.
Petugas haji dari Embarkasi Batam memastikan koordinasi dengan maskapai berjalan lancar. Seluruh jemaah mendapatkan briefing tambahan terkait prosedur keberangkatan, dan tim medis standby untuk menjaga kesehatan jemaah selama transit.
Syafi’i juga menegaskan bahwa setibanya di Arab Saudi, jemaah tetap akan mendapatkan pelayanan sesuai jadwal, termasuk penempatan hotel di Madinah yang telah diatur petugas haji. “Kami pastikan jemaah tetap nyaman dan terlayani dengan baik. Tidak ada perubahan signifikan pada jadwal ibadah maupun akomodasi mereka,” kata Syafi’i.
Pihak maskapai menegaskan bahwa seluruh proses penundaan dilakukan dengan standar keselamatan tinggi. “Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Pesawat pengganti telah diperiksa secara menyeluruh sebelum lepas landas,” kata perwakilan Saudi Airlines yang ditemui di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Dengan keberangkatan yang dijadwalkan ulang, seluruh jemaah diharapkan dapat memulai ibadah haji dengan lancar dan aman. Meski terjadi penundaan, suasana tetap kondusif dan jemaah optimis menyongsong perjalanan ibadah suci mereka.

