KEPRI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Natuna bersama Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) menyalurkan bantuan kepada Sintia Bela, 7, korban kecelakaan perahu motor di Kecamatan Subi.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS Natuna, Ranai. Ketua III BAZNAS Natuna, Lukman, bersama Koordinator Donasi KPDN, Harsono, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
BAZNAS memberikan bantuan sebesar Rp2 juta, sementara KPDN menyalurkan Rp8 juta yang dihimpun dari para donatur. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan biaya pengobatan Sintia yang masih menjalani perawatan intensif.
Sebelumnya, KPDN telah membuka penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi korban.
Sintia, siswi kelas 1 SD asal Desa Meliah, merupakan anak dari pasangan Juraida dan Fira Usnanda. Ia mengalami luka berat di bagian kepala akibat kecelakaan saat berada di perahu milik ayahnya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (31/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Sintia ikut ayahnya mencoba mesin perahu yang baru diperbaiki. Namun, ketika mesin dinyalakan, korban diduga berada terlalu dekat hingga rambutnya tersambar as kopling dan tertarik ke dalam mesin.
Akibat kejadian tersebut, sebagian besar kulit kepala korban terlepas, dengan luka membentang dari kening hingga ke sisi telinga. Hingga kini, Sintia telah menjalani tiga kali operasi untuk memulihkan kondisinya.
“Alhamdulillah, Sintia sehat. Namun menurut dokter, kemungkinan rambutnya tidak dapat tumbuh kembali,” ujarnya, Juraida, ibu korban, Sabtu (18/4).
Untuk menutup luka, tim medis melakukan pencangkokan kulit dengan mengambil jaringan dari bagian paha korban. Meski demikian, proses pemulihan masih memerlukan penanganan lanjutan.
Saat ini, Sintia dirawat di RSUD Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan doa.
“Bantuan yang diberikan, baik materi, tenaga, maupun doa, sangat berarti dan menjadi kekuatan bagi kami,” katanya.
Keluarga berharap dukungan terus mengalir agar proses pengobatan Sintia dapat berjalan optimal hingga pulih.

