Batam – PT PLN Batam bersama DayOne melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) terbesar di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 511 MVA. Penandatanganan berlangsung di Auditorium Balairung Sari, Badan Pengusahaan (BP) Batam, pada 17 April.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting bagi PLN Batam dan BP Batam dalam upaya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kerja sama ini juga memperkuat posisi Batam sebagai destinasi utama investasi industri digital.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur serta kemudahan regulasi menjadi faktor kunci dalam menarik minat investor global.
Menurutnya, integrasi antara ketersediaan lahan, kepastian hukum, dan keandalan energi di bawah BP Batam menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif di tingkat regional.
“BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini membuktikan bahwa Batam siap menjadi hub digital dunia,” ujar Amsakar.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa PJBTL tersebut merupakan kesepakatan untuk pengembangan pusat data dengan kapasitas terbesar di Indonesia hingga saat ini.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebutuhan energi yang andal dan berkelanjutan bagi investasi dan pengembangan infrastruktur digital di Kota Batam,” ujar Kwin Fo.
Batam sebagai kawasan investasi unggulan
Ia menambahkan bahwa sinergi antara PLN Batam, DayOne, dan BP Batam akan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan serta pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Pada kesempatan yang sama, BP Batam dan PLN Batam juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dengan total kapasitas 200 MWp.
Proyek ini diharapkan menjadikan Batam sebagai salah satu pusat energi bersih dengan pengembangan PLTS terapung terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Chief Executive Officer (CEO) PT Digitalland Service One (DayOne), Jamie Khoo, menyatakan bahwa Batam memiliki keunggulan strategis dalam mendukung pengembangan pusat data berskala global, baik dari sisi infrastruktur maupun dukungan regulasi.
Ia menjelaskan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari pengembangan model SIJORI yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Batam sebagai ekosistem pusat data terintegrasi di Asia Tenggara.
“Seiring dengan perluasan pengembangan di Batam, kami terus meningkatkan kapasitas untuk menghadirkan layanan data center berskala besar dan berkinerja tinggi guna menjawab kebutuhan cloud dan komputasi canggih yang terus tumbuh di Asia Pasifik,” ujarnya.
Melalui sinergi antara PLN Batam, BP Batam, dan pelaku industri global, pengembangan pusat data berskala besar ini diharapkan tidak hanya memperkuat transformasi Batam sebagai pusat digital regional, tetapi juga mempertegas peran Indonesia dalam ekonomi digital global yang semakin kompetitif dan terintegrasi.

