Ekonomi – Kenaikan harga kantong plastik di Batam dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak nyata pada kebiasaan masyarakat. Harga plastik dilaporkan naik hingga sekitar 30 persen, seiring meningkatnya biaya bahan baku dan terganggunya pasokan.
Para pedagang mengaku tidak lagi mampu memberikan kantong plastik secara gratis seperti sebelumnya. Sebagian bahkan mulai mengenakan biaya tambahan kepada pembeli untuk setiap kantong yang digunakan.
Perubahan ini langsung dirasakan oleh konsumen, terutama ibu rumah tangga yang menjadi pengunjung utama pasar tradisional. Banyak dari mereka kini memilih membawa kantong belanja sendiri untuk menghemat pengeluaran.
Mardiah, 38, warga Batu Aji, mengatakan awalnya ia merasa kerepotan dengan kebiasaan baru tersebut. Namun, ia mulai beradaptasi setelah menyadari biaya tambahan yang harus dikeluarkan jika terus membeli plastik.
“Kalau tiap belanja beli plastik, bisa nambah Rp2.000 sampai Rp5.000. Sekarang lebih baik bawa tas sendiri, lebih hemat,” ujarnya, Kamis (16/4).
Biaya tambahan yang harus dikeluarkan
Yuli, 42, juga melakukan hal serupa dengan menyiapkan tas belanja di kendaraannya. Menurutnya, pengeluaran kecil yang berulang bisa terasa besar dalam jangka panjang.
“Kalau seminggu belanja tiga sampai empat kali, biaya plastik bisa sampai belasan ribu. Jadi sekarang selalu sedia tas kain,” katanya.
Secara nasional, kenaikan harga bahan baku plastik bahkan dilaporkan mencapai 30 hingga 50 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku serta dinamika pasar global.
Di sisi pedagang, kenaikan ini ikut menekan biaya operasional. Jika sebelumnya satu pak kantong plastik bisa dibeli dengan harga relatif murah, kini harganya naik signifikan sehingga tidak lagi bisa ditanggung sepenuhnya oleh penjual.
Meski demikian, perubahan ini membawa dampak positif terhadap lingkungan. Dewi, 35, menilai penggunaan kantong belanja ulang membantu mengurangi sampah plastik rumah tangga. “Sekarang plastik di rumah tidak sebanyak dulu. Jadi lebih rapi juga,” ungkapnya.
Namun, sebagian warga masih berharap ada solusi yang lebih terjangkau bagi pembeli yang tidak sempat membawa kantong sendiri.
“Kadang belanja mendadak, jadi tetap butuh plastik, tapi kalau bisa harganya jangan terlalu mahal,” kata Lina, 40.
Dengan tren yang terus berlangsung, kebiasaan membawa kantong belanja sendiri diperkirakan akan menjadi budaya baru di tengah masyarakat Batam, sekaligus berkontribusi pada pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

