Lima Kontainer MinyaKita Masuk Natuna, Upaya Tekan Harga Minyak Goreng di Daerah Kepulauan

KEPRI – Pemerintah Kabupaten Natuna bersama Perum Bulog terus berupaya menjaga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat dengan mendatangkan lima kontainer MinyaKita ke wilayah tersebut. Masuknya pasokan minyak goreng rakyat ini menjadi langkah strategis untuk menekan harga minyak goreng di tingkat konsumen, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi.

Sebanyak lima kontainer MinyaKita tiba di Pelabuhan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, dengan total pasokan mencapai sekitar 96.252 liter. Pasokan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar lokal.

Kepala Perum Bulog Cabang Natuna menjelaskan bahwa pasokan MinyaKita yang masuk ke wilayah Natuna terdiri dari dua jenis kemasan, yaitu kemasan satu liter dan dua liter. Distribusi akan dilakukan secara bertahap melalui jaringan penyalur resmi agar MinyaKita dapat tersedia di berbagai titik penjualan masyarakat.

“Pasokan yang kami terima terdiri dari kemasan satu liter dan dua liter. Selanjutnya akan kami salurkan secara bertahap melalui mitra penyalur agar masyarakat dapat memperoleh MinyaKita dengan lebih mudah,” kata Kepala Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian Ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/9).

Dari sisi harga, Bulog menetapkan harga penyaluran sebesar Rp14.500 per liter. Sementara itu, harga jual kepada masyarakat mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp15.700 per liter.

Pasokan MinyaKita

“Untuk harga penyaluran dari Bulog sebesar Rp14.500 per liter, sedangkan harga di tingkat konsumen mengikuti HET, yaitu Rp15.700 per liter. Kami berharap masyarakat dapat membeli sesuai dengan harga yang telah ditentukan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa masuknya pasokan MinyaKita secara langsung ke Natuna menjadi salah satu langkah untuk memperbaiki sistem distribusi minyak goreng di daerah kepulauan.

“Dengan adanya pasokan langsung ke Natuna, kami berharap rantai distribusi menjadi lebih pendek sehingga biaya logistik dapat ditekan dan harga kebutuhan pokok masyarakat tetap stabil,” tambahnya.

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan harga MinyaKita di pasar. Pengawasan diperlukan agar minyak goreng bersubsidi tersebut benar-benar diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku.

Sebelumnya, keterbatasan pasokan dan tingginya biaya transportasi sempat membuat harga MinyaKita di sejumlah wilayah Natuna mengalami kenaikan. Dengan tambahan stok ini, pemerintah berharap harga minyak goreng dapat kembali terkendali dan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

Selain pengiriman lima kontainer tersebut, Bulog juga menyiapkan tambahan pasokan untuk menjaga ketersediaan MinyaKita dalam beberapa waktu ke depan. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan minyak goreng masyarakat Natuna tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat daerah kepulauan, keberadaan pasokan MinyaKita bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan barang, tetapi juga memiliki dampak terhadap daya beli rumah tangga. Stabilitas harga bahan pokok menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat daerah.
Dengan masuknya pasokan baru ini, pemerintah berharap distribusi minyak goreng di Natuna semakin lancar dan harga di tingkat konsumen tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan.

Posted in Kepri and tagged , .