Batam, Lampu hias bertuliskan “Laluan Madani” yang menghiasi Flyover Jalan Gajah Mada, Kota Batam, kembali terpasang setelah menjalani proses pemeliharaan dan perbaikan selama beberapa pekan.
Ornamen yang menjadi salah satu penanda kawasan tersebut kini kembali menyala dan mempercantik salah satu ruas jalan utama di Kota Batam.
Pemasangan kembali lampu hias dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam pada Senin (27/7), setelah seluruh proses perbaikan komponen yang mengalami kerusakan dinyatakan selesai.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan lampu hias tersebut telah dipasang kembali di lokasi semula dan dipastikan dapat berfungsi normal.
“Kami sudah pasang kembali lampu ‘Laluan Madani’,” katanya, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, proses perbaikan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pemeliharaan biasa. Hal itu karena setiap huruf pada tulisan “Laluan Madani” tersusun dari ratusan titik lampu LED yang saling terhubung dalam satu rangkaian.
Kondisi tersebut mengharuskan tim teknis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap setiap komponen agar seluruh sistem pencahayaan kembali bekerja dengan optimal.
Selain mengganti komponen yang mengalami gangguan, teknisi juga memeriksa instalasi kabel, sambungan listrik, serta memastikan tidak ada kerusakan lain yang dapat memengaruhi kinerja lampu setelah dipasang kembali.
“Tidak diganti baru, hanya diperbaiki saja,” ujarnya.
Menurutnya, pemeliharaan fasilitas penerangan dekoratif merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam menjaga kualitas infrastruktur perkotaan.
Selain berfungsi sebagai penerangan, lampu hias juga menjadi elemen estetika yang memperkuat wajah kota dan memberikan kenyamanan visual bagi masyarakat maupun pengendara yang melintasi kawasan tersebut.
Tulisan “Laluan Madani” sendiri telah menjadi salah satu ornamen yang mudah dikenali masyarakat. Pada malam hari, cahaya lampu yang membentuk tulisan tersebut menjadi daya tarik tersendiri di kawasan Flyover Jalan Gajah Mada yang merupakan jalur penghubung menuju sejumlah kawasan strategis di Batam.
Keberadaan lampu itu sempat menjadi sorotan publik setelah kerangkanya terlihat kosong dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Video tersebut memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa lampu hias telah hilang atau dicuri.
Menanggapi kabar tersebut, BMSDA Kota Batam segera memberikan klarifikasi bahwa lampu sengaja diturunkan untuk menjalani perawatan dan perbaikan rutin. Pemerintah memastikan tidak ada tindak pencurian sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.
“Ya, lagi diperbaiki, bukan dimaling. Nanti setelah diperbaiki akan disetting lagi di tempat semula,” kata Metra saat memberikan klarifikasi beberapa waktu lalu.
Melalui akun media sosial resminya, BMSDA juga menjelaskan bahwa pemeliharaan dilakukan sebagai bagian dari perawatan berkala terhadap fasilitas publik. Langkah tersebut bertujuan menjaga keindahan kota sekaligus memastikan seluruh fasilitas tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat.
Flyover Jalan Gajah Mada
“Pengerjaan ini merupakan bagian dari pemeliharaan fasilitas publik untuk menjaga keindahan kota, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat,” tulis BMSDA dalam keterangannya.
Selesainya proses pemeliharaan sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat. Dengan kembali terpasangnya lampu “Laluan Madani”, salah satu ikon visual di Flyover Jalan Gajah Mada itu kembali memperkuat citra kawasan sekaligus mempercantik wajah Kota Batam pada malam hari.
Pemerintah Kota Batam juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga berbagai fasilitas umum yang telah dibangun. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar aset publik tetap terpelihara, memiliki umur pakai yang panjang, dan terus memberikan manfaat bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Batam.
————
Caption: Lampu hias “Laluan Madani” kembali terpasang di Flyover Jalan Gajah Mada, Batam, setelah selesai diperbaiki.
