Batam – Pengamanan Diperketat, BNPT Soroti Infrastruktur Strategis di Kepulauan Riau. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) memperketat sistem pengamanan objek vital nasional di wilayah perbatasan sebagai upaya mengantisipasi potensi ancaman terorisme.
Salah satu fokus penguatan dilakukan pada infrastruktur strategis sektor kelistrikan di Kepulauan Riau. Langkah tersebut diwujudkan melalui asesmen sistem pengamanan di PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang, yang merupakan bagian dari pengelolaan infrastruktur energi di wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan nasional terhadap potensi kerawanan pada objek vital yang memiliki peran penting bagi masyarakat.
Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapsiagaan pembangkit listrik di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, didampingi Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sistem pengamanan berjalan sesuai standar dan mampu menghadapi berbagai potensi ancaman.
Salah satu infrastruktur strategis
Dia menegaskan bahwa sektor kelistrikan merupakan salah satu infrastruktur strategis yang menopang aktivitas ekonomi, layanan publik, serta kebutuhan dasar masyarakat.
Oleh karena itu, perlindungan terhadap fasilitas tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan sistem keamanan dan koordinasi lintas sektor.
Ia juga menekankan bahwa wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau memiliki tingkat kerawanan yang lebih kompleks karena berada di jalur pelayaran internasional serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.
Kondisi tersebut menjadikan penguatan pengamanan objek vital nasional sebagai prioritas dalam strategi mitigasi nasional.
Manajer PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang, Andi Taufik Saputra, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerapkan sejumlah langkah mitigasi terintegrasi di PLTD Tanjungpinang dan PLTU Tanjung Balai Karimun.
Upaya tersebut mencakup penyusunan sistem mitigasi antiteror yang terintegrasi dengan pengamanan internal, peningkatan sarana pendukung keamanan, pelatihan bersertifikasi bagi personel pengamanan, serta evaluasi berkala terhadap sistem yang berjalan.
Keandalan operasional pembangkit
Ia menambahkan bahwa seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keandalan operasional pembangkit sekaligus menjaga aspek keamanan dan keselamatan instalasi strategis di wilayah Kepulauan Riau.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi langkah BNPT dalam memperkuat pengamanan objek vital nasional di daerah tersebut.
Ia menyoroti posisi geografis Kepulauan Riau yang berada di jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan negara tetangga sebagai faktor yang perlu menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Kepri berada di wilayah perbatasan dan jalur pelayaran internasional, sehingga diperlukan sinergi semua pihak untuk menjaga keamanan dan stabilitas daerah,” ujarnya. Rabu (24/6).
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penguatan kerja sama lintas sektor, baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pengelola infrastruktur strategis, guna menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.
Dengan penguatan sistem pengamanan yang dilakukan secara terpadu, BNPT berharap perlindungan terhadap objek vital nasional di wilayah perbatasan dapat semakin optimal dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di masa mendatang.

