Bus Pariwisata Bawa Jemaat Gereja Terguling di Barelang

Batam – Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata Bawa Jemaat Gereja Terguling di Barelang. Kecelakaan tunggal menimpa sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan jemaat gereja di kawasan menuju Pantai Melur, Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (20/6) siang.

Bus Hino dengan nomor polisi BP 7159 EY tersebut diketahui membawa lebih dari 30 penumpang. Rombongan itu diduga hendak menuju kawasan wisata Pantai Melur sebelum akhirnya mengalami kecelakaan di jalur masuk menuju lokasi wisata.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan mediaindonesia sementara, kecelakaan terjadi saat bus melaju dari jalur utama menuju kawasan Pantai Melur. Ketika memasuki area tersebut, bus diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman atau rem blong.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan dugaan awal penyebab kecelakaan diperoleh dari keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk Pantai Melur.

Diduga mengalami rem blong

“Dari keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk Pantai Melur, bus diduga mengalami rem blong atau gagal pengereman,” katanya, Minggu (21/6).

Dia menjelaskan, bus tersebut awalnya melaju menuju kawasan Pantai Melur dan hendak berbelok ke arah kanan. Namun, saat hendak melakukan manuver, kendaraan diduga tidak dapat dikendalikan karena sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Akibat kondisi tersebut, bus terus melaju lurus. Sopir yang menyadari kendaraan sulit dikendalikan kemudian berupaya menghindari dampak yang lebih besar dengan membanting setir.

Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan laju kendaraan. Bus akhirnya terguling di lokasi kejadian. Peristiwa itu sontak membuat penumpang panik dan menarik perhatian warga serta pengguna jalan yang berada di sekitar kawasan Pantai Melur.

Proses evakuasi para korban

Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang sempat terjepit di dalam badan bus. Petugas bersama warga sekitar kemudian bergerak cepat membantu proses evakuasi para korban dari dalam kendaraan.

Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan aparat dan masyarakat sekitar. Para korban yang berhasil dikeluarkan dari badan bus kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Pada tahap awal, para korban dibawa ke Puskesmas Rempang Cate. Setelah mendapatkan penanganan pertama, sejumlah korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Embung Fatimah dan Rumah Sakit Graha Hermina Batam untuk perawatan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban dalam peristiwa tersebut. Pendataan dilakukan untuk memastikan jumlah penumpang yang mengalami luka-luka maupun penumpang yang selamat.

Selain melakukan pendataan korban, polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan apakah kecelakaan benar-benar disebabkan oleh kerusakan pada sistem pengereman atau terdapat faktor lain yang turut memengaruhi kejadian tersebut.

Dugaan rem blong menjadi salah satu fokus penyelidikan awal karena berdasarkan keterangan saksi, bus disebut mengalami gagal pengereman saat memasuki jalur menuju kawasan wisata.

Peristiwa kecelakaan ini juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu. Sejumlah warga dan pengguna jalan berhenti untuk melihat kondisi bus yang terguling serta membantu proses evakuasi korban.

Petugas kemudian melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian agar proses evakuasi dapat berlangsung lancar. Kendaraan yang melintas di sekitar kawasan Pantai Melur juga sempat diarahkan agar tidak menghambat penanganan di lapangan.

Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya pengendara kendaraan besar dan angkutan pariwisata, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum beroperasi. Pemeriksaan sistem pengereman, ban, kemudi, dan komponen keselamatan lainnya dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi bus serta keterangan tambahan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.
————–

Posted in Batam and tagged .