Batam – Data Resmi Stabil, Harga Sayur di Pasar Batam Masih Tinggi. Harga sejumlah komoditas sayur-mayur di pasar tradisional Kota Batam masih dikeluhkan masyarakat meski pemerintah menyebut kondisi harga pangan relatif stabil, Jumat (5/6).
Pedagang dan konsumen menilai harga di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi stabil seperti yang tergambar dalam data resmi.
Pantauan Jurnalis kami di sejumlah pasar tradisional menunjukkan harga sayuran masih berada pada level yang cukup tinggi.
Bayam dan kangkung dijual di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, sawi Rp18.000 hingga Rp24.000 per kilogram, sedangkan tomat berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Untuk bawang merah, harga berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram dan bawang putih Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai masih menjadi komoditas yang paling berfluktuasi. Dalam beberapa bulan terakhir, harga cabai rawit sempat menembus Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram akibat terganggunya pasokan dari daerah penghasil.
Meski saat ini harga mulai bergerak turun, masyarakat mengaku dampaknya masih terasa terhadap pengeluaran rumah tangga.
Seorang pedagang sayur di kawasan Botani, Batam Centre mengatakan harga jual yang diterapkan pedagang mengikuti harga pasokan dari distributor. Menurutnya, kondisi di lapangan tidak selalu sama dengan angka rata-rata yang dipublikasikan pemerintah.
“Kami menjual sesuai harga barang yang masuk. Kalau harga dari pemasok naik, otomatis harga jual juga ikut naik. Sulit kalau harus mengikuti harga rata-rata yang diumumkan,” kata Romi, 34, pedagang sayur mayur.
Pemasok menjadi faktor
Dia tersebut menjelaskan bahwa biaya distribusi, cuaca, dan pasokan dari daerah pemasok menjadi faktor yang sangat memengaruhi harga sayuran di Batam. Sebagai daerah yang sebagian besar kebutuhan pangannya didatangkan dari luar, perubahan pasokan sedikit saja dapat berdampak pada harga di pasar.
Keluhan juga datang dari konsumen. Mereka mengaku masih harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dapur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau melihat informasi yang beredar memang disebut stabil, tetapi saat belanja langsung tetap terasa mahal,” kata Yunita, 44, seorang ibu rumah tangga saat ditemui di pasar tradisional.
Menurutnya, kenaikan harga beberapa ribu rupiah per kilogram mungkin terlihat kecil, namun cukup memengaruhi total pengeluaran keluarga dalam sepekan.
Perbedaan antara data resmi dan kondisi lapangan dinilai dapat terjadi karena harga yang dipublikasikan pemerintah umumnya merupakan harga rata-rata dari sejumlah pasar pantauan.
Sementara itu, harga yang diterima konsumen dapat berbeda tergantung lokasi pasar, kualitas barang, waktu transaksi, serta ketersediaan pasokan pada hari tersebut.
Pasokan sayur-mayur ke Batam dilaporkan masih berjalan normal. Namun masyarakat berharap pemerintah terus meningkatkan pengawasan dan pemantauan langsung ke pasar tradisional agar informasi harga yang disampaikan lebih sesuai dengan kondisi yang dirasakan pedagang maupun konsumen.
Meski tren harga saat ini lebih baik dibandingkan awal tahun ketika sejumlah komoditas mengalami lonjakan tajam, warga menilai harga kebutuhan pangan, khususnya sayur-mayur, masih belum sepenuhnya kembali normal dan tetap menjadi beban bagi sebagian rumah tangga di Batam.

