Koleksi Sastra Melayu Shamsuddin Salleh

Sastra & Budaya – Sebuah khazanah sastera negara yang lama terpendam kini kembali dicetak untuk pembaca tulisan seni sastra yang setia.

Penerbitan ulang buku “Hidup yang Derhaka: Kumpulan Lima Novel Shamsuddin Salleh” menandai langkah penting dalam upaya melestarikan warisan penulis produktif negara dari era pra-kemerdekaan.

Publikasi yang dipelopori oleh Buku Anaya dan juga dipromosikan melalui jaringan Kedai Fixi ini menyatukan lima karya penting almarhum Shamsuddin Salleh dalam satu volume eksklusif.

Langkah ini bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi juga untuk memperkenalkan corak pemikiran kritis penulis zaman dahulu kepada generasi muda.

Mengapa itu penting?

Shamsuddin Salleh dikenal sebagai penulis yang sering mengangkat tema komunitas dan perjuangan identitas. Melalui koleksi ini, pembaca dapat menyelami lima novelnya yang telah membentuk lanskap sastra Melayu. Dengan harga pasaran sekitar RM55, manuskrip ini ditujukan kepada peminat novel “retro” dan sejarawan sastera yang ingin memiliki karya asli dalam format yang lebih segar.

Upacara Peluncuran dan Pembicaraan

Sehubungan dengan publikasi ini, sesi pembicaraan khusus diadakan pada 9 Mei 2026 di Telecom Museum, Kuala Lumpur. Acara ini menampilkan barisan panelis yang menarik, termasuk:
Amir Muhammad – Pendiri Fixi Books yang terkenal dengan upayanya untuk menjunjung tinggi karya-karya lokal.
Hazuli Hamzah – Cucu dari almarhum Shamsuddin Salleh, yang berbagi perspektif pribadi tentang warisan kakeknya.

Program yang diselenggarakan bersama oleh PEN Malaysia dan KL Festival, bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara sastra klasik dan pembaca kontemporer.

Kesimpulan dari perjuangan memelihara sastra budaya ini

Menyajikan “Hidup yang Derhaka” membuktikan bahwa karya budaya dan linguistik yang berkualitas tidak akan hilang seiring berjalannya waktu.

Bagi mereka yang mencari sesuatu yang klasik daripada novel modern, koleksi ini menawarkan kualitas bahasa dan kedalaman penceritaan yang jarang kita temukan saat ini.

Posted in Sastra & Budaya and tagged .