Nelayan Tanjung Riau Keluhkan Cuaca Tak Menentu

Batam – Cuaca di Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (3/5) diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Tingginya kelembapan udara serta kondisi atmosfer yang labil menjadi faktor utama meningkatnya potensi hujan di wilayah tersebut.

Berdasarkan data BMKG, suhu udara di Batam hari ini berkisar antara 26 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan relatif mencapai 70–90 persen. Kombinasi suhu hangat dan udara lembap tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif, terutama pada siang hingga sore hari.

Prakirawan dari Stasiun Meteorologi Bandara Hang Nadim menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini cukup dinamis. Pemanasan sejak pagi hari meningkatkan penguapan yang berujung pada pembentukan awan hujan dalam waktu singkat.

“Kondisi atmosfer di wilayah Batam cukup labil dengan kelembapan tinggi, sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, khususnya pada siang hingga sore hari,” katanya, Minggu (3/5).

Secara rinci, pagi hari diprakirakan berawan dengan suhu 26–28 derajat Celsius. Memasuki siang, suhu meningkat hingga sekitar 30–31 derajat Celsius disertai peluang hujan di sejumlah wilayah. Hujan masih berpotensi berlanjut pada sore hari sebelum kondisi kembali berawan pada malam hari dengan suhu 26–27 derajat Celsius. Sementara itu, angin bertiup relatif lemah dengan kecepatan 1–10 kilometer per jam.

Lebih berhati-hati dalam menentukan waktu melau

Kondisi cuaca yang berubah cepat tersebut mulai dirasakan masyarakat pesisir, khususnya nelayan di kawasan Tanjung Riau. Mereka mengaku harus lebih berhati-hati dalam menentukan waktu melaut.

Rahmat, 45, nelayan setempat, mengatakan cuaca kini sulit diprediksi karena perubahan yang terjadi dalam waktu singkat.

“Pagi masih terang, siang tiba-tiba hujan. Jadi kami harus sering lihat kondisi langit sebelum melaut,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut turut memengaruhi hasil tangkapan ikan. Menurutnya, saat cuaca tidak stabil, ikan cenderung lebih sulit ditemukan.
“Kalau hujan terus atau angin berubah-ubah, hasil tangkapan juga berkurang,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sulaiman, 52, nelayan lainnya di kawasan yang sama. Ia mengaku mengurangi aktivitas melaut demi menghindari risiko cuaca buruk.
“Kalau sudah mendung tebal, kami biasanya tidak melaut jauh. Takut hujan deras atau angin kencang datang tiba-tiba,” ujarnya.

Meski demikian, para nelayan mengaku tetap memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebagai acuan sebelum melaut, meskipun kondisi di lapangan kerap berubah dengan cepat.

BMKG mengimbau masyarakat, termasuk nelayan, untuk terus waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada periode siang hingga sore hari. Warga juga disarankan untuk rutin memantau informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan.

Dengan kondisi atmosfer yang masih labil, potensi hujan di wilayah Batam diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Posted in Batam and tagged , .