Ekonomi – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyakita masih terjadi di sejumlah wilayah di Batam. Berdasarkan pantauan Media Indonesia di beberapa titik, ketersediaan produk tersebut belum kembali normal.
Hasil pantauan di Pasar Nagoya, kawasan Sei Jodoh, hingga wilayah Tiban menunjukkan kondisi serupa. Di ketiga lokasi tersebut, Minyakita sulit ditemukan di lapak pedagang. Jika pun tersedia, jumlahnya sangat terbatas dan cepat habis dibeli masyarakat.
Seorang pedagang di Pasar Nagoya Aming, 26, mengatakan bahwa pasokan Minyakita sudah beberapa kali tidak masuk. “Sudah lama kosong, kalau datang pun sedikit sekali. Pembeli langsung rebut,” katanya, Selasa (21/4).
Mendapatkan kiriman dari distributor
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Sei Jodoh. Pedagang mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan kiriman dari distributor. “Tidak rutin lagi seperti dulu. Kadang ada, kadang tidak,” kata pedagang lainnya.
Sementara itu, di wilayah Tiban, beberapa pedagang bahkan tidak lagi menjual Minyakita karena kesulitan mendapatkan stok. Mereka memilih menyediakan minyak goreng merek lain meskipun harganya lebih tinggi.
Kelangkaan ini berdampak langsung pada masyarakat, terutama pelaku usaha kecil. Banyak pedagang makanan terpaksa beralih ke minyak goreng non-subsidi dengan harga lebih mahal, sehingga biaya produksi meningkat.
Upaya konfirmasi kepada pihak terkait belum membuahkan hasil. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Wahyu Daryatin belum memberikan tanggapan dan terkesan enggan memberikan keterangan. Sementara itu, Ketua Distributor Sembako Batam, Ariyanto, juga belum dapat diwawancarai karena sedang dalam kondisi tidak sehat.
Belum adanya penjelasan resmi membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai penyebab kelangkaan ini. Sejumlah pihak menduga tingginya permintaan serta distribusi yang tidak merata menjadi faktor utama.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan Minyakita kembali normal, terutama di pasar tradisional yang menjadi tempat utama masyarakat berbelanja kebutuhan pokok.

