Kasus Dugaan Keracunan, Pemprov Kepri Evaluasi Dapur MBG

KEPRI – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Anambas. Sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung dievaluasi guna memastikan keamanan pangan bagi siswa.

Evaluasi dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) di tiga dapur MBG, yakni di Anambas Inn (Tarempa Barat), Air Asuk (Siantan Tengah), dan Piabung (Palmatak), pada Minggu (19/4).

Kegiatan ini dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Kepri, Rika Azmi, bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti.

Dugaan keracunan makanan

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti, mengatakan langkah tersebut diambil menyusul dugaan keracunan makanan yang diduga berasal dari salah satu dapur MBG di Air Asuk.

“Kami ingin memastikan secara langsung kondisi korban serta sistem pengelolaan dapur,” katanya, Minggu (19/2).

Selain meninjau dapur, tim juga memantau kondisi para pelajar yang terdampak. Sebagian besar dilaporkan telah membaik dan mulai kembali beraktivitas.

Evaluasi difokuskan pada penerapan standar operasional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada siswa.

MBG wajib mematuhi standar

Yosei menegaskan seluruh pengelola dapur MBG wajib mematuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional, terutama terkait higienitas, suhu penyimpanan, serta kebersihan peralatan.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran. Pengawasan harus dilakukan secara ketat sejak awal hingga makanan diterima siswa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur MBG lainnya agar tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Ini menyangkut kesehatan anak-anak, jadi tidak boleh dianggap sepele,” ujar.

Pemprov Kepri turut mendorong pelaksanaan pelatihan rutin bagi pengelola dapur guna meningkatkan pemahaman terkait keamanan pangan dan gizi.

Program MBG disebut sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Pemprov Kepri memastikan pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Posted in Kepri and tagged .