Kepri – Keterbatasan lapangan pekerjaan serta kondisi cuaca yang tidak menentu mendorong sebagian nelayan di Kabupaten Lingga mencari sumber penghasilan alternatif. Salah satunya dengan bekerja di perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah Lingga Utara hingga Lingga Timur, Provinsi Kepulauan Riau.
Bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, aktivitas melaut sangat bergantung pada kondisi alam. Saat angin kencang dan gelombang tinggi melanda, nelayan terpaksa tidak pergi ke laut demi keselamatan.
Dalam kondisi tersebut, perkebunan kelapa sawit menjadi pilihan pekerjaan sementara untuk tetap memenuhi kebutuhan hidup.
“Kalau angin kencang, kami tidak bisa ke laut. Jadi kerja di kebun sawit dulu supaya tetap ada penghasilan,” ujar Ahmad, 42, nelayan asal Desa Kudung, Rabu(31/12).
Keberadaan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejak mulai beroperasi, perkebunan tersebut telah menyerap ratusan tenaga kerja, dengan mayoritas berasal dari warga lokal Lingga.
Para pekerja dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga pekerjaan teknis di lapangan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Media Indonesia, saat ini perkebunan sawit tersebut mempekerjakan sekitar 280 tenaga kerja borongan dan 125 karyawan tetap. Jumlah tersebut dinilai membantu mengurangi angka pengangguran, khususnya di kawasan pesisir Kabupaten Lingga.
“Yang bekerja di sini kebanyakan masyarakat lokal, termasuk nelayan yang tidak melaut karena cuaca,” kata Herman, warga Desa Kerandin, Kecamatan Lingga Utara.
Saat ini, perusahaan pengelola perkebunan masih berada pada tahap pembibitan dan pemeliharaan tanaman. Meski belum memasuki masa panen, aktivitas operasional yang berjalan sudah memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Bagi nelayan, pekerjaan di perkebunan sawit bukan untuk menggantikan profesi utama, melainkan sebagai penopang ekonomi ketika sektor perikanan tidak dapat diandalkan akibat kondisi cuaca. Warga berharap ke depan keberadaan perkebunan tersebut dapat terus memberikan manfaat secara berkelanjutan serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial di Kabupaten Lingga. (jan)

