Harga Cabe Rawit Naik 9 Persen Hanya dalam Sehari

Ekonomi – Cabai Rawit Merah di Batam Makin Mahal, Naik 9 Persen Hanya dalam Sehari. Harga cabai rawit merah di Batam terus melonjak tajam, Selasa (2/6/2026).

Hanya dalam waktu satu hari, komoditas andalan sambal ini naik sekitar 9 persen dan membuat warga semakin kelimpungan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per Senin (1/6), harga rata-rata cabai rawit merah nasional berada di kisaran Rp77.250 hingga Rp85.550 per kilogram. Sementara di pasar tradisional Batam, harga jual di lapangan lebih tinggi, yakni Rp75.000 hingga Rp90.000 per kg. Bahkan di beberapa kios, harga sudah menyentuh Rp95.000 per kg untuk cabai berkualitas premium.

Seorang pedagang di Pasar Center Point Batam, Doni (45), mengaku kewalahan dengan kenaikan harga tersebut.

“Kemarin masih di Rp68.000 per kg, sekarang sudah Rp85.000. Barangnya juga susah datang, kadang cuma sedikit,” keluhnya, Selasa (2/6).

Kenaikan harga cabai rawit merah ini langsung dirasakan oleh ibu rumah tangga. Rita (38), warga Batu Aji, mengatakan biaya belanja hariannya membengkak.

“Tiap hari harus bikin sambal, dulu Rp20 ribu dapat banyak, sekarang Rp20 ribu cuma dapat segenggam. Kalau naik terus, masak pedas jadi jarang lagi,” ujarnya.

Gaji enggak naik-naik

Sementara Ahmad (42), karyawan swasta asal Nagoya, juga ikut mengeluh. “Gaji enggak naik-naik, tapi harga cabai naik terus. Beli 100 gram saja sudah Rp8.000–Rp9.000. Bikin sambal sambil hitung duit,” katanya sambil geleng-geleng kepala.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Suhar ketika dikonfirmasi tidak memberikan jawaban.

Namun salah seorang stafnya menyebut kenaikan harga dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya cuaca hujan deras di sentra produksi cabai di Sumatera, pasokan yang menipis, serta biaya logistik yang tinggi ke Kepulauan Riau.

“Kami akan berkoordinasi dengan distributor dan Bulog. Jika harga terus melambung, operasi pasar murah cabai akan segera kami gelar,” tegasnya.

Masyarakat Batam diimbau agar tidak melakukan panic buying sehingga harga tidak semakin tidak terkendali.

Posted in Batam, Ekonomi and tagged , .