Satu Jemaah Asal Lingga Wafat di Tanah Suci

Batam – Kloter BTH 01 Tiba di Batam, Satu Jemaah Asal Lingga Wafat di Tanah Suci. Sebanyak 442 jemaah dan petugas Kloter BTH 01 Debarkasi Batam tiba dengan selamat di Bandara Internasional Hang Nadim, Senin (1/6) malam.

Namun, kepulangan kloter pertama ini menyisakan duka setelah satu jemaah asal Kabupaten Lingga dilaporkan wafat saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kedatangan rombongan jemaah haji tersebut disambut langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Wakil Gubernur Kepri, serta Sekretaris Daerah Provinsi Kepri. Suasana haru tampak menyelimuti area kedatangan ketika para jemaah bertemu kembali dengan keluarga dan kerabat yang telah menanti.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kepri, Muhammad Syafi’i, mengatakan jumlah awal jemaah Kloter BTH 01 sebanyak 445 orang. Namun, satu jemaah meninggal dunia di Arab Saudi dan dua lainnya masih menjalani perawatan medis sehingga tidak dapat pulang bersama rombongan.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah yang tiba hari ini dalam kondisi baik dan langsung menjalani proses imigrasi serta pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Batam,” katanya, Selasa (2/6).

Meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji

Ia menjelaskan, jemaah yang wafat merupakan warga Kabupaten Lingga yang meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Sementara itu, dua jemaah lainnya masih dirawat di rumah sakit setempat dan akan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.

Setibanya di Batam, seluruh jemaah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan administrasi. Khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, panitia memberikan layanan prioritas dengan menyiapkan kursi roda dan ambulans untuk mempercepat proses pemindahan menuju Asrama Haji Batam.

Mereka langsung dievakuasi tanpa mengikuti rangkaian seremoni penyambutan guna memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Kloter BTH 01 merupakan gabungan jemaah dari sejumlah daerah di Kepulauan Riau. Jemaah asal Batam diperbolehkan langsung kembali ke rumah masing-masing setelah menerima bagasi dan air zamzam.

Sedangkan jemaah asal Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga dijadwalkan menginap satu malam di Asrama Haji Batam sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal pada Selasa (2/6).

Dia juga mengungkapkan hingga awal proses pemulangan jemaah haji tahun ini, tercatat sembilan jemaah Embarkasi Batam meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, delapan jemaah masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

“Pemerintah bersama petugas haji terus memantau kondisi jemaah yang masih dirawat dan memastikan seluruh proses pemulangan berjalan lancar hingga kloter terakhir,” ujarnya.

Pemulangan Kloter BTH 01 menandai dimulainya fase kepulangan jemaah haji Debarkasi Batam tahun 2026. Pemerintah berharap seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci dapat kembali ke daerah asal dalam keadaan sehat dan selamat.

Posted in Batam, Religi and tagged .