Batam – Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan pesan kepada seluruh perempuan agar terus semangat, mandiri, dan percaya diri dalam menjalani kehidupan.
Pesan tersebut disampaikannya usai mengikuti upacara peringatan Hari Kartini yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Selasa (21/4) pagi.
“Terus semangat, harus jadi mandiri dan percaya diri. Selamat Hari Kartini,” ujar Li Claudia.
Ia mengatakan, perempuan saat ini memiliki peran yang sangat besar, tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga di dunia kerja dan pemerintahan. Karena itu, ia mendorong perempuan, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu mengembangkan potensi dan berani mengambil keputusan.
Menurutnya, semangat Kartini tidak hanya tentang emansipasi, tetapi juga keberanian perempuan untuk tetap teguh pada prinsip dan tujuan hidup.
“Perempuan harus berani, yakin dengan dirinya sendiri, dan tidak mudah goyah,” katanya.
Selain itu, Li Claudia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam bersikap. Ia menyebut, perempuan yang memiliki prinsip kuat dan konsisten akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial.
“Mak-mak harus konsisten, komit. Itu yang bikin kita tegas. Kalau sudah bilang A ya A,” ujarnya.
Di sisi lain, semangat Hari Kartini juga tercermin dari aktivitas para pelaku usaha kecil di lapangan. Seorang pelaku usaha kafe pagi Cece, 45, di kawasan Pasar Cipta Puri, Tiban, mengaku tetap berjualan seperti biasa demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Ya tetap buka seperti biasa. Mau ikut merayakan Hari Kartini juga, tapi kalau tidak jualan, kami mau makan apa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Linda, pelaku usaha lontong di kawasan yang sama. Ia mengaku tetap berjualan sejak pagi karena tuntutan kebutuhan sehari-hari.
“Perempuan sekarang harus bisa bantu ekonomi keluarga. Jadi walaupun Hari Kartini, saya tetap buka jualan lontong dari pagi,” kata Linda.
Menurut dia, makna Hari Kartini tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam semangat bekerja dan mandiri sebagai perempuan.
Pemerintah berharap momentum Hari Kartini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga pengingat akan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak dan penentu arah dalam berbagai aspek kehidupan, baik di keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah.

