KEPRI – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mematangkan persiapan pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 1447 H/2026 M. Sebanyak 144 jemaah dipastikan siap berangkat ke Tanah Suci, mulai dari jemaah termuda hingga tertua, di tengah adanya peringatan cuaca ekstrem dari otoritas Arab Saudi.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang. Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tamrin Dahlan, serta dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, bersama sejumlah instansi terkait.
Dia menyampaikan, jumlah JCH Tanjungpinang tahun ini sebanyak 144 orang, terdiri dari 62 laki-laki dan 82 perempuan. Jemaah tertua, Aminullah, berusia 78 tahun, sedangkan yang termuda, Hikma Ayu Sira, berusia 22 tahun.
“Seluruh persiapan terus dimatangkan guna memastikan proses pemberangkatan berjalan lancar, aman, dan tertib,” katanya, Selasa (21/4).
Pelayanan optimal selama perjalanan
Ia menambahkan, seluruh jemaah akan didampingi oleh tiga petugas haji guna memastikan pelayanan optimal selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Sesuai jadwal, para jemaah akan diberangkatkan menuju embarkasi di Batam pada 21 April 2026 melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi melalui Bandara Hang Nadim pada 22 April 2026.
Menjelang kedatangan jemaah haji dari berbagai negara, otoritas Arab Saudi melalui Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, potensi badai diperkirakan masih akan melanda sejumlah wilayah hingga beberapa hari ke depan.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi fisik serta mengikuti seluruh arahan petugas selama berada di Tanah Suci.
Pelepasan resmi oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Sebelum keberangkatan, para jemaah akan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, di antaranya prosesi tepuk tepung tawar pada 17 April 2026 di SMP Negeri 4 Tanjungpinang, pengumpulan barang pada 20 April 2026, serta pelepasan resmi oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Dia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran pemberangkatan. Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi semua pihak.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Tanjungpinang, Mohd Zikriansyah, berharap seluruh tahapan berjalan lancar serta para jemaah diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menunaikan ibadah.
Mengangkut jemaah menuju embarkasi
Dalam rapat tersebut turut dibahas aspek teknis, termasuk pengaturan transportasi dan pengantaran jemaah ke Pelabuhan Sri Bintan Pura. Diperkirakan sebanyak enam hingga tujuh unit bus akan disiapkan untuk mengangkut jemaah menuju embarkasi.
Untuk mengantisipasi kepadatan, keluarga pengantar diimbau membatasi jumlah kendaraan serta memanfaatkan area parkir yang telah disediakan di kawasan Tugu Sirih. Pengaturan jalur keluar-masuk kendaraan juga akan diterapkan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.
Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai instansi, seperti Bea Cukai, Balai Kesehatan Pelabuhan, Pelindo, KPLP, Syahbandar, kepolisian, Diskominfo, serta pihak swasta.
Melalui persiapan yang matang dan sinergi yang kuat, Pemerintah Kota Tanjungpinang optimistis seluruh rangkaian pemberangkatan JCH tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses, meski di tengah tantangan kondisi cuaca di Tanah Suci.

