Batam – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam memastikan pasokan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram ditambah untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026.
Penambahan pasokan dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, serta para agen distribusi LPG di Batam. Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan gas melon tetap aman di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag Batam, Suhar, mengatakan distribusi LPG 3 kilogram dari agen ke pangkalan ditingkatkan hingga 200 persen dari alokasi normal.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang telah kami lakukan, stok gas 3 kilogram di Batam dalam kondisi aman. Penyaluran dari agen ke pangkalan bahkan ditingkatkan hingga 200 persen dari alokasi normal,” katanya, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, peningkatan distribusi tersebut telah dilakukan sejak sebelum perayaan Imlek 2026. Hal ini karena jarak waktu antara Imlek dan Idulfitri tahun ini cukup berdekatan, sehingga potensi peningkatan konsumsi LPG diperkirakan terjadi lebih awal.
Memastikan pasokan tetap stabil di berbagai wilayah
Dalam kondisi normal, penyaluran LPG 3 kilogram dari agen ke pangkalan di Batam mencapai lebih dari 100 ribu tabung per hari. Selama Ramadan, jumlah tersebut ditambah secara signifikan guna memastikan pasokan tetap stabil di berbagai wilayah.
Penambahan distribusi direncanakan berlangsung hingga pekan ketiga dan keempat Maret 2026 atau menjelang Hari Raya Idulfitri.
Peningkatan kebutuhan LPG bersubsidi biasanya terjadi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan. Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka usaha kuliner musiman, seperti penjualan takjil, makanan berbuka puasa, hingga hidangan sahur.
“Selama Ramadan biasanya banyak UMKM yang berjualan makanan dan minuman, sehingga kebutuhan gas melon meningkat. Karena itu kami menambah distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Batam, Rina (34), mengaku kebutuhan LPG di rumahnya meningkat selama Ramadan karena aktivitas memasak lebih sering dibanding hari biasa.
“Kalau Ramadan biasanya lebih sering masak di rumah, apalagi untuk sahur dan buka puasa. Jadi gas juga lebih cepat habis,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ahmad (40), pelaku usaha takjil di kawasan Batam Center. Ia mengatakan penggunaan LPG meningkat karena setiap hari memasak berbagai jenis makanan untuk dijual saat berbuka puasa.
“Selama Ramadan kami jualan gorengan dan minuman untuk berbuka. Gas yang dipakai juga lebih banyak dari biasanya,” katanya.
Meski demikian, Ahmad berharap pasokan LPG tetap lancar selama Ramadan agar aktivitas usaha kecil tetap berjalan.
“Kalau gas mudah didapat tentu sangat membantu kami yang berjualan makanan,” ujarnya.
Disperindag Batam mengimbau masyarakat membeli LPG bersubsidi sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan agar distribusi tetap merata hingga Idulfitri.

