Ekonomi – Meski mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir, emas masih menjadi instrumen investasi favorit masyarakat Batam.
Harga logam mulia yang bergerak naik turun tidak menyurutkan minat warga untuk membeli emas sebagai aset jangka panjang dan pelindung nilai kekayaan.
Berdasarkan data harga emas nasional, harga emas Antam pada Senin (8/6) berada di level Rp2.743.000 per gram, naik tipis Rp5.000 dibandingkan harga sebelumnya. Sementara harga buyback atau pembelian kembali tercatat sebesar Rp2.540.000 per gram.
Meski mengalami kenaikan harian, secara mingguan harga emas masih menunjukkan tren penurunan. Pada awal Juni 2026, harga emas Antam sempat berada di level Rp2.799.000 per gram sebelum turun bertahap hingga Rp2.738.000 per gram pada 6 Juni.
Secara keseluruhan, harga emas terkoreksi sekitar Rp61.000 per gram dalam sepekan.
Di Batam, harga emas perhiasan 24 karat masih diperdagangkan di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp2,6 juta per gram, sedangkan emas 22 karat atau kadar 916 berada di kisaran Rp2,3 juta per gram. Meski harga tergolong tinggi, aktivitas jual beli di sejumlah toko emas tetap ramai.
Salah seorang emas Rudi, 44, pedagang emas di kawasan Nagoya, mengatakan masyarakat masih melihat emas sebagai investasi yang aman dibandingkan instrumen lainnya.
“Harga memang bergerak turun naik hampir setiap hari, tetapi pembeli tetap ada. Bahkan saat harga turun, banyak pelanggan yang justru datang untuk menambah simpanan emas mereka,” ujarnya, Senin (8/6).
Menurutnya, sebagian besar pembeli saat ini lebih memilih emas batangan karena dianggap memiliki nilai investasi yang lebih baik dan mudah dijual kembali.
Hal senada disampaikan Yanti, 33, pedagang emas di kawasan Jodoh. Ia menilai kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Lebih banyak untuk perhiasan
“Sekarang masyarakat lebih memahami investasi. Kalau dulu membeli emas lebih banyak untuk perhiasan, sekarang banyak yang membeli khusus untuk disimpan sebagai tabungan jangka panjang,” katanya.
Data menunjukkan bahwa meski harga emas saat ini berada di bawah rekor tertinggi yang pernah mencapai Rp3.168.000 per gram pada Januari 2026, nilainya masih jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Juni 2025, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp1.904.000 per gram. Dengan demikian, dalam setahun harga emas masih mencatat kenaikan lebih dari 40 persen.
Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat tetap optimistis terhadap prospek investasi emas. Awien, 33, warga Batam Centre, mengaku rutin membeli emas setiap kali memiliki dana lebih.
“Saya tidak terlalu memikirkan harga harian. Yang penting emas saya bertambah. Dalam jangka panjang nilainya cenderung naik dan bisa menjadi cadangan keuangan keluarga,” tuturnya.
Pengamat menilai daya tarik emas tidak terlepas dari fungsinya sebagai aset safe haven atau pelindung nilai ketika kondisi ekonomi global tidak menentu. Fluktuasi pasar keuangan, pergerakan nilai tukar mata uang, hingga ketegangan geopolitik dunia menjadi faktor yang membuat investor tetap melirik logam mulia.
Di Batam, permintaan emas diperkirakan masih akan bertahan hingga akhir tahun. Selain sebagai investasi, emas juga memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat di masyarakat, mulai dari kebutuhan pernikahan hingga tabungan keluarga.
Meski harga diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, para pelaku usaha optimistis emas tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Dengan rekam jejak kenaikan nilai yang konsisten dalam jangka panjang, logam mulia tersebut diyakini masih akan menjadi primadona investasi di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

