Harga Sembako di Batam Disebut Stabil, tetapi Ibu Rumah Tangga Keluhkan Cabai dan Beras Masih Membebani

Ekonomi – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Batam pada hari ini disebut relatif stabil, seiring inflasi Kepulauan Riau yang melandai menjadi 0,08 persen secara bulanan pada Maret 2026. Namun, di lapangan, sebagian warga, terutama ibu rumah tangga, mengaku kondisi tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kenyataan belanja harian mereka.

Pemantauan Media Indonesia, Jumat (17/4) di pasar tradisional Tiban Center dan Sagulung menunjukkan stok komoditas utama seperti beras, cabai merah, dan daging ayam masih tersedia. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam juga memastikan pasokan bahan pokok dalam kondisi cukup. Meski demikian, warga menilai stabilitas harga belum benar-benar terasa merata karena masih ada komoditas yang harganya tinggi dan bervariasi antar pedagang.

Salah satu contohnya terlihat pada cabai merah. Secara umum, harga cabai masih berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp100.000 per kilogram, tetapi di sejumlah lapak harga sudah mendekati batas atas. Kondisi itu membuat konsumen menganggap harga cabai belum bisa disebut benar-benar stabil, terlebih tren kenaikan sudah terasa sejak awal April.

Contoh lain terjadi pada beras medium. Meski secara data umum harga masih berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram, di lapangan beberapa pembeli mengaku tetap menemukan harga yang lebih tinggi untuk jenis atau merek tertentu. Perbedaan harga ini membuat ibu rumah tangga harus lebih selektif dan sering membandingkan harga dari satu pedagang ke pedagang lain.

Cabai masih mahal

“Kalau dibilang stabil, mungkin di laporan begitu, tapi yang kami rasakan tidak selalu sama. Cabai masih mahal, dan beras juga kadang beda-beda harganya. Uang belanja jadi harus diatur lebih ketat,” ujar seorang Berliana, 55, ibu rumah tangga di Sagulung, Batu Aji, Batam.

Keluhan serupa juga disampaikan ibu rumah tangga lainnya di Tiban. Yupi, 35. Menurut dia, ketersediaan barang memang aman, tetapi harga belum sepenuhnya ramah bagi pengeluaran rumah tangga harian. “Stok memang ada, tidak susah cari barang. Tapi kalau harga cabai naik dan beras juga tidak sama di semua tempat, kami tetap merasa berat saat belanja,” katanya.

Sementara itu, harga daging ayam terpantau tetap di kisaran Rp42.000 hingga Rp45.000 per kilogram, sedangkan gula pasir berada pada rentang Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Sejauh ini, aktivitas belanja masyarakat masih berlangsung normal dan belum terlihat kepanikan pembelian.

Perbedaan antara data resmi dan keluhan warga menunjukkan bahwa stabilitas pasokan belum otomatis berarti stabilitas beban belanja rumah tangga. Secara makro, tekanan inflasi memang melandai. Namun, secara mikro, konsumen masih merasakan tekanan terutama pada komoditas yang sensitif terhadap perubahan harga, seperti cabai dan beras.

Posted in Batam, Ekonomi and tagged , .