Bahasa dan Kata, Anugrah Tuhan Yang Kadang Terlupa

Manusia yang terlahir di dunia akan mempunyai berbagi perbedaan dalam sikap maupun tindakan dalam menanggapi suatu masalah hidupnya, tergantung dari persoalan yang mereka hadapi. Namun ketika menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah manusia di anugerahi oleh Tuhan sebuah alat komunikasi yang mempermudah penyelesaian antara manusia yang satu dengan yang lain yaitu Kata.

Kata yang yang terucap itu sendiri tidak datang begitu saja dari lahir, sebab saat lahir manusia hanya bisa menangis bukan berkata-kata. Menangis menjadi salah satu bahasa manusia pertama untuk meminta dan menunjukkan suatu keinginan yang di ingin kan. Namun meski begitu, dengan menangis dan hanya menunjukkan gestur tubuh kepada yang lainnya pun mampu membuat suatu komunikasi antara satu dengan lain tanpa suatu kesalahfahaman.

Kata itu sendiri pun akan muncul bersamaan dengan lingkungan dimana manusia itu tinggal/menempati suatu daerah/kawasan yang membentuk suatu tatanan kata yang akhirnya akan menjadi bahasa untuk mempermudah interaksi dengan yang lainnya. Hal ini dipermudah dengan sifat manusia yang cenderung Plagiat (Meniru Sesuatu hal) dalam segala hal.

Adalah sebuah keingkaran bila mengabaikan sebuah proses yang bahkan atau tanpa di sadari mampu merubah  kehidupan itu sendiri. Karena tanpa kata dan bahasa manusia mungkin tidak dapat memahami suatu hal (Ilmu Pengetahuan) dengan sempurna yang mampu merubah cara hidup dan bertahan hidup di dunia.

Posted in Opini and tagged .

Seorang ahli akunting yang sangat senang dengan budaya dan musik. Dengan pergaulan yang luas serta suka bergelut di bidang jurnalistik.