Olahraga – Pemerintah Kota Batam menyiapkan bonus dan dana pembinaan sebesar Rp823 juta bagi kontingen Kota Batam yang berhasil meraih posisi runner-up pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2026.
Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan atlet, pelatih, manajer, dan ofisial yang telah membawa nama Batam dalam ajang olahraga pelajar tingkat provinsi.
Penghargaan diserahkan dalam Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam yang digelar di Hotel Harmoni One, Batam Centre, kemarin malam.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad hadir dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batam.
Sekitar 850 tamu undangan turut menghadiri malam apresiasi tersebut.
Amsakar mengatakan capaian runner-up patut diapresiasi meski Batam belum mampu mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya berhasil diraih selama delapan tahun berturut-turut.
Menurut dia, hasil tersebut harus diterima secara sportif sekaligus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki pola pembinaan atlet pelajar di Batam.
“Kota Batam menempati posisi runner-up pada Popda X Kepri kali ini. Meski kita unggul dari segi jumlah sekolah, kelengkapan fasilitas, hingga kuantitas atlet, kita harus tetap sportif menerima hasil ini,” katanya, Senin (31/8).
Evaluasi Pembinaan Atlet
Amsakar meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Disdik), serta Sekretaris Daerah Kota Batam melakukan evaluasi terhadap hasil Popda X Kepri.
Evaluasi terutama diarahkan pada cabang olahraga yang dinilai masih membutuhkan penguatan dalam pembinaan dan persiapan atlet.
Ia berharap evaluasi tersebut dapat menghasilkan strategi yang lebih tepat sehingga Batam mampu kembali merebut gelar juara umum pada Popda berikutnya.
“Pembinaan harus kita evaluasi. Kita ingin pada Popda mendatang Batam kembali menjadi juara umum,” ujarnya.
Amsakar menilai pembinaan olahraga pelajar memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Karena itu, prestasi olahraga harus dibangun secara berkelanjutan melalui dukungan pendidikan, kesehatan, fasilitas, serta pembinaan yang terarah.
Ia mengatakan pembangunan sumber daya manusia di Batam tidak hanya tercermin melalui bidang olahraga. Sejumlah capaian lain juga menjadi indikator kemajuan daerah.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam pada 2025 mencapai 83,8 dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri.
Batam Koleksi 94 Medali
Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kota Batam Heriman mengatakan kontingen Batam pada Popda X Kepri diperkuat 231 orang.
Mereka terdiri atas 171 atlet, 18 pelatih, 10 manajer atau ofisial cabang olahraga, serta 14 ofisial kota.
Kontingen Batam mengikuti pertandingan pada 10 cabang olahraga yang berlangsung di Tanjung Balai Karimun pada 2-18 Juli 2026.
Dari seluruh cabang olahraga yang diikuti, Batam berhasil mengumpulkan 94 medali. Perolehan tersebut terdiri atas 23 medali emas, 34 perak, dan 37 perunggu.
Pencak silat menjadi cabang olahraga penyumbang emas terbanyak dengan enam medali. Kemudian renang lima emas, bulu tangkis empat emas, atletik tiga emas, tenis lapangan dua emas, serta bola basket dan bola voli masing-masing satu emas.
Pada perolehan medali perak, renang menjadi penyumbang terbanyak dengan 11 medali. Pencak silat menyumbangkan tujuh medali, atletik enam, bulu tangkis empat, tenis lapangan tiga, sedangkan sepak takraw, bola voli, dan tenis meja masing-masing satu medali.
Sementara itu, 37 medali perunggu diperoleh dari renang sebanyak 13 medali, atletik sembilan, pencak silat tujuh, tenis lapangan empat, tenis meja tiga, serta sepak takraw satu medali.

