Hujan Ringan Dominasi Batam, Warga Diminta Waspada

Batam – Cuaca di Kota Batam pada Rabu (6/5) didominasi hujan ringan yang turun secara sporadis sejak pagi hingga malam hari.

Kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung dengan intensitas ringan hingga sedang, serta berpotensi disertai petir di sejumlah wilayah.

Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menyampaikan, hujan ringan telah terpantau sejak pagi di sekitar Bandara Hang Nadim dan akan terus berlanjut sepanjang hari.

“Hujan diprakirakan terjadi sejak pagi hingga malam, dengan intensitas cenderung meningkat pada siang hingga sore hari.

Potensi hujan disertai petir juga perlu diwaspadai, terutama di wilayah Batam Pusat, Batu Aji, dan sekitarnya,” ujar prakirawan, Rabu (6/5).

Berdasarkan data BMKG, suhu udara di Batam berada pada kisaran 26 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan relatif tinggi, yakni antara 73 hingga 93 persen.

Tingginya kelembapan ini menyebabkan suhu terasa lebih panas, bahkan dapat mencapai 35 hingga 37 derajat Celsius.

Selain itu, angin bertiup dari arah selatan hingga timur dengan kecepatan berkisar 5 hingga 15 kilometer per jam.

Curah hujan harian diprakirakan berada pada rentang 5 hingga 15 milimeter, dengan puncak intensitas terjadi pada periode siang hingga sore hari.

Untuk sektor transportasi udara, kondisi cuaca di Bandara Hang Nadim dilaporkan berawan dengan jarak pandang masih tergolong aman, yakni di atas 10 kilometer.

Kendati demikian, BMKG mengingatkan bahwa jarak pandang dapat menurun secara signifikan saat terjadi hujan lebat yang disertai petir.

Secara umum, kondisi atmosfer di wilayah Batam menunjukkan adanya peningkatan pembentukan awan konvektif sejak siang hari.

Hal ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas yang bervariasi, terutama di kawasan daratan dan perbukitan.

Sejumlah warga di Batam Centre mengaku aktivitas mereka sedikit terganggu akibat hujan yang turun sejak pagi.

Namun, sebagian sudah mengantisipasi kondisi tersebut.

Marni, 34, warga Batam Centre, mengatakan hujan ringan yang turun cukup membantu mengurangi panas, meski membuat mobilitas menjadi lebih terbatas.

“Dari pagi sudah gerimis, jadi kalau keluar harus siap payung. Jalan juga agak licin, jadi lebih hati-hati,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi serupa juga dirasakan warga di kawasan Tiban. Hujan yang turun dengan intensitas ringan hingga sedang membuat sejumlah aktivitas luar ruangan tertunda.

Sutandi, 41, warga Tiban, menyebut hujan yang turun hampir sepanjang hari berdampak pada aktivitas pekerja lapangan.

“Kalau hujan begini kerja jadi agak terhambat, apalagi yang di luar ruangan. Tapi sejauh ini masih aman, belum ada genangan di sekitar sini,” katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan akibat kondisi cuaca tersebut.

Selain jalanan yang menjadi licin, risiko kecelakaan lalu lintas dapat meningkat, khususnya di jalur-jalur rawan seperti tanjakan, turunan, serta kawasan jembatan penghubung antarpulau.

“Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan membawa payung atau jas hujan.

Pengendara juga diimbau untuk mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman, mengingat kondisi jalan yang licin saat hujan,” kata prakirawan.

Hingga sore hari, belum terdapat laporan terkait genangan air atau banjir di wilayah Batam.

Meski demikian, warga yang tinggal di daerah rendah atau kawasan dengan sistem drainase kurang baik diminta tetap waspada terhadap potensi genangan jika hujan berlangsung dalam durasi cukup lama.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi, baik situs web maupun aplikasi Info BMKG, guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca secara cepat.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan selama periode hujan berlangsung.

Posted in Batam and tagged , , .