Harga Gula di Batam Naik hingga Rp2.300 per Kilogram, Operasi Pasar Belum Digelar

Batam – Harga gula pasir di Kota Batam mengalami kenaikan signifikan sejak awal tahun 2026. Saat ini, harga di tingkat eceran berada di kisaran Rp17.300 hingga Rp18.000 per kilogram, naik dibandingkan tahun 2025 yang masih berada di angka Rp15.000–Rp16.000 per kilogram.

Berdasarkan perbandingan tersebut, harga gula tercatat mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 hingga Rp2.300 per kilogram, atau setara dengan 12 hingga 15 persen. Kenaikan ini terjadi secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan dampak dari naiknya harga bahan pokok tersebut, terutama dalam pengeluaran rumah tangga sehari-hari.

“Sekarang semua serba naik, termasuk gula. Jadi harus lebih hemat supaya pengeluaran tidak membengkak,” ujar Budiono , 34, ibu rumah tangga di Batam Center.

Kondisi ini juga berdampak langsung pada pelaku usaha kecil yang menggunakan gula sebagai bahan utama. Mereka mengaku margin keuntungan semakin menipis akibat kenaikan harga bahan baku.

“Modal jelas naik. Gula itu bahan utama buat minuman, jadi kalau harganya naik terus, keuntungan makin tipis,” kata Mislan , 41, pedagang minuman di kawasan Nagoya.

Menurutnya, pedagang kini berada dalam posisi sulit. “Mau naikkan harga jual, takut pembeli berkurang. Tapi kalau tidak dinaikkan, kita yang rugi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Titin , 38, penjual kue rumahan yang mulai mengurangi jumlah produksi untuk menekan biaya.

“Biasanya produksi banyak, sekarang dikurangi. Harga gula naik lumayan terasa,” katanya.

Menstabilkan harga bahan pokok

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok.

“Harapannya jangan naik terus. Soalnya kebutuhan lain juga sudah mahal,” ujar Dedi ,29, pekerja swasta.

Namun hingga saat ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam belum menunjukkan tanda-tanda akan menggelar operasi pasar maupun inspeksi mendadak (sidak) guna menekan lonjakan harga di lapangan.

Padahal, operasi pasar dinilai menjadi salah satu solusi yang efektif untuk menjaga stabilitas harga, terutama saat terjadi kenaikan yang cukup signifikan seperti saat ini.

Jika tidak segera diantisipasi, kenaikan harga gula dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap harga produk makanan dan minuman, serta semakin menekan daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.(amat/MI)

Posted in Batam, Ekonomi and tagged , .