Batam – Berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Batam menjadi sorotan dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang digelar Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Batam.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Golden View, Kecamatan Bengkong ini menghadirkan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kondisi kamtibmas di Batam secara umum masih aman dan kondusif.
Meski demikian, Anggoro mengingatkan adanya sejumlah potensi gangguan yang perlu diantisipasi, terutama di tengah perkembangan global dan derasnya arus informasi digital.
“Perkembangan geopolitik dan penyebaran informasi melalui media sosial menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat harus lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks,” katanya, Sabtu (11/4).
Dalam sesi diskusi, sejumlah isu krusial turut mengemuka. Perwakilan FKDM menyoroti maraknya kenakalan remaja seperti balap liar dan penggunaan knalpot brong yang meresahkan masyarakat.
Selain itu, keberadaan pelabuhan tidak resmi atau yang dikenal sebagai pelabuhan tikus juga menjadi perhatian. Aktivitas di pelabuhan ilegal tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai tindak kejahatan, termasuk peredaran narkoba.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Barelang menegaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari upaya preemtif, preventif, hingga represif.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolresta turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelaporan cepat bagi masyarakat dalam menghadapi gangguan keamanan.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Batam, aparat penegak hukum, serta berbagai unsur masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman terkait potensi ancaman keamanan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Batam.

