Batam – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, merealisasikan penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi lanjut usia (lansia) serta insentif bagi kader pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk periode Januari hingga Maret atau triwulan pertama 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan sosial dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa penyaluran bansos tahun ini mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah penerima maupun nominal bantuan yang diberikan.
“Jumlah penerima bantuan lansia meningkat dari sebelumnya 2.000 orang menjadi 4.000 orang. Bantuan ini disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima agar lebih tepat sasaran dan transparan,” katanya, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, kenaikan jumlah penerima tersebut merupakan hasil evaluasi pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok lansia yang membutuhkan dukungan ekonomi.
Selain itu, nominal bantuan juga meningkat dari Rp300 ribu per bulan pada 2025 menjadi Rp400 ribu per bulan pada 2026. Kenaikan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia.
Di sisi lain, Pemkot Batam juga memberikan insentif kepada kader posyandu yang berperan aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan. Untuk triwulan pertama 2026, insentif sebesar Rp1,5 juta diberikan kepada kader kelurahan siaga.
“Keberadaan kader posyandu sangat penting sebagai garda terdepan dalam mendukung program kesehatan, terutama bagi ibu dan anak,” ujarnya.
Respons positif dari para penerima
Penyaluran bantuan ini mendapat respons positif dari para penerima. Salah seorang lansia di Kecamatan Batam Kota, Siti (67), mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi sekarang nilainya bertambah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rahman (70), warga Kecamatan Nongsa. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Dengan adanya bantuan ini, kami merasa diperhatikan. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Dia menambahkan, pemberian bansos dan insentif ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan serta para kader kesehatan. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan demi kemajuan Batam.
“Mari kita jaga kebersamaan dan bangun semangat yang baik demi kemajuan Batam,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, seperti penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir. Pemerintah, kata dia, akan terus menjalankan program prioritas di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik serta menuntaskan program pembangunan yang telah direncanakan,” katanya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan simbolis di sejumlah kecamatan. Pada Rabu (8/4), bantuan diserahkan kepada 376 peserta di Kecamatan Belakangpadang. Selanjutnya, pada Kamis, penyaluran dilakukan di Kecamatan Batam Kota, Nongsa, dan Sei Beduk dengan total 1.554 peserta.
Pemkot Batam memastikan program ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas layanan publik di daerah tersebut.

