Wisman Naik, Pariwisata Kepri Tetap Kuat Meski Ada Isu Pungli

Batam – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami peningkatan pada Februari 2026. Di tengah isu dugaan pungutan liar (pungli) di pelabuhan, sektor pariwisata daerah ini tetap menunjukkan kinerja yang kuat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat jumlah kunjungan wisman pada Februari 2026 mencapai 169.151 kunjungan, naik 6,83 persen dibanding Januari 2026 yang tercatat sebanyak 158.338 kunjungan.

Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto, mengatakan peningkatan tersebut salah satunya didorong oleh momentum libur panjang dalam rangka perayaan Imlek.

“Libur panjang akhir pekan atau long weekend menyambut Imlek pada 17 Februari 2026 turut mendongkrak kunjungan wisman. Pada periode 14–17 Februari saja, jumlah wisman mencapai sekitar 50 ribu kunjungan,” katanya, Rabu (2/4).

Wisman mencapai 131.308 kunjungan

Ia menjelaskan, kunjungan wisman masih didominasi melalui pintu masuk Kota Batam yang mencapai 131.308 kunjungan atau 77,63 persen dari total. Disusul Kabupaten Bintan sebanyak 22.235 kunjungan, Kabupaten Karimun 10.197 kunjungan, serta Kota Tanjungpinang 5.407 kunjungan.

Dari sisi asal negara, wisman Singapura mendominasi dengan 67.576 kunjungan atau 39,95 persen. Selanjutnya Malaysia 39.411 kunjungan, China 10.220 kunjungan, India 8.055 kunjungan, serta sejumlah negara lainnya.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Februari 2026 tercatat sebesar 44,20 persen, turun 1,83 poin dibandingkan Januari 2026 sebesar 46,03 persen. TPK tertinggi terjadi pada hotel bintang 3 sebesar 47,42 persen, sedangkan terendah pada hotel bintang 5 sebesar 36,07 persen.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, memastikan kondisi pariwisata Batam tetap aman dan kondusif meskipun muncul isu dugaan pungli di pelabuhan.

Menurutnya, aktivitas pariwisata tetap berjalan normal dan tidak berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisman.

“Secara riil Batam aman dan kondusif. Destinasi wisata tetap ramai dikunjungi, dan target wisman tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menegaskan, layanan di pintu masuk internasional yang tergabung dalam CIQP—Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Otoritas Pelabuhan—tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dugaan pungli disebut hanya melibatkan oknum dan telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Dari sisi kinerja, sektor pariwisata Batam menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisman mencapai 1.613.202 orang, melampaui target 1,5 juta kunjungan.

Memasuki 2026, tren peningkatan masih berlanjut. Pada Januari tercatat 126.620 kunjungan dan meningkat menjadi 131.308 kunjungan pada Februari atau tumbuh 3,70 persen secara bulanan. Secara tahunan, angka tersebut juga naik 25,43 persen dibanding Februari 2025.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman Januari hingga Februari 2026 mencapai 257.928 orang. Sektor pariwisata turut memberikan kontribusi sekitar 24 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor hotel, restoran, dan hiburan.

Pemerintah Kota Batam terus mendorong penguatan sektor pariwisata, termasuk melalui pengembangan wisata berbasis MICE untuk meningkatkan lama tinggal dan belanja wisatawan.

Di sisi lain, sejumlah wisatawan mancanegara mengaku tidak terpengaruh oleh isu pungli. Azwan, 45, wisatawan asal Singapura, mengatakan tidak mengalami kendala selama berada di Batam.

“Semua lancar dan orang-orangnya ramah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Masykur, 38, wisatawan asal Malaysia. Ia mengaku mendapatkan pelayanan yang baik sejak tiba di pelabuhan.

Dengan kondisi yang tetap aman, pelayanan yang terjaga, serta tren kunjungan yang meningkat, Kepri kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Posted in Batam and tagged , .