Batam – BP Batam terus memantau penurunan volume air di sejumlah waduk dalam tinjauan yang dilakukan sepekan terakhir. Meski terjadi penyusutan di beberapa titik, ketahanan suplai air dipastikan masih aman hingga 4–5 bulan ke depan.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa penurunan volume air terjadi di beberapa waduk, di antaranya Waduk Sei Harapan dan Waduk Mukakuning.
Berdasarkan hasil pemantauan, volume air di Waduk Sei Harapan turun sekitar 51 sentimeter dari batas normal. Sementara itu, Waduk Mukakuning mengalami penurunan lebih signifikan hingga 2,4 meter.
“Penurunan ini dipicu oleh fenomena El Nino yang menyebabkan berkurangnya curah hujan dan kemarau yang lebih panjang,” katanya, Sabtu (28/3).
Penyusutan hingga 1,2 meter
Selain dua waduk tersebut, Waduk Nongsa juga tercatat mengalami penyusutan hingga 1,2 meter dan menjadi perhatian serius BP Batam.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa suplai air kepada masyarakat Batam masih tetap optimal. Hal ini didukung oleh kondisi empat waduk lainnya, yakni Waduk Duriangkang, Waduk Tembesi, Waduk Sei Ladi, dan Waduk Rempang, yang masih memiliki kapasitas memadai.
“Setelah kami cek, ketahanan air di masing-masing waduk masih aman hingga empat sampai lima bulan ke depan,” jelasnya.
Langkah-langkah antisipatif guna menjaga ketersediaan air, termasuk kemungkinan penerapan sistem pembagian air (rationing) jika kondisi kemarau berkepanjangan.
Selain fokus pada ketersediaan air, BP Batam turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di area sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA).
Menurutnya, cuaca panas dan angin kencang saat ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran karena api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area kering yang rawan terbakar. Segera laporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran seperti asap atau api kecil,” tambahnya.

